Rabu, 16 Juni 2021 14:48

Tokoh ​Clean and Clear dan Mengayomi Semua Golongan, Mengenang 100 Hari Wafat Gus Sholah (4)

Sabtu, 16 Mei 2020 08:18 WIB
Editor: MMA
Tokoh ​Clean and Clear dan Mengayomi Semua Golongan, Mengenang 100 Hari Wafat Gus Sholah (4)
Dr (HC) Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Foto: bangsaonline.com

Dalam tulisan edisi ketiga, M Mas’ud Adnan menguraikan kegalauan Gus Sholah tentang pejabat yang korupsi akibat akhlak yang keropos dan tak punya integritas sehingga tak mampu menjaga amanah. Pada edisi keempat ini ia menulis karakter Gus Sholah yang mengayomi semua golongan. Selamat membaca:

Redaksi

13. Suka Minta Pendapat

“Dik Mas’ud, kapan kita bisa ketemu,” inilah kalimat yang sering saya dengar dari Gus Sholah. “Ini ada masalah yang harus kita bicarakan dengan teman-teman.” Saya pun mengontak para kiai, sesuai nama yang beliau sebut.

BACA JUGA : 

Di Depan 200 Ulama, Kiai Asep Buka Rahasia Sukses Bisnis di Pesantren

Diunggah Gubernur Khofifah, Masyaallah! Inilah Riyadlah Hadratussyaikh untuk Kelahiran Pancasila

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Ketika kami sudah berkumpul, baik di Tebuireng, maupun di Surabaya atau Jakarta, Gus Sholah memaparkan masalah. Setelah itu Gus Sholah minta satu per satu mengemukakan pendapat.

Jadi Gus Sholah sering minta pendapat orang lain. “O, gitu,” itulah respons Gus Sholah ketika saya atau teman-teman menyampaikan pendapat. Beliau lalu mencari titik tengah dengan menguraikan secara sistematis.

14. Tidak Memonopoli Pendapat

Gus Sholah memang tokoh yang sangat terbuka. Gus Sholah bukan tipe tokoh yang suka memonopoli pendapat.Juga bukan tipe tokoh yang gemar mengusai pembicaraan. Gus Sholah justeru sangat suka mendengarkan pendapat orang lain.

Gus Sholah membiarkan lawan bicaranya menyampaikan pendapatnya secara leluasa. Dan dengan sabar dan penuh perhatian Gus Sholah mendengarkan.

15. Mendengar Banyak Pendapat

Suatu ketika Gus Sholah WA saya. Beliau cerita bahwa pengurus salah satu ormas di Jakarta minta izin mau pasang foto Gus Sholah di markasnya. Saat itu ormas tersebut mau bikin acara massal, setelah tokoh sentralnya pergi ke Saudi Arabia dan tak kembali lagi.

“Bagaimana menurut sampean,” tulis Gus Sholah dalam WA-nya kepada saya. Gus Sholah sendiri mengaku belum memutuskan, apakah mengizinkan atau tidak.

Saat itu saya berpendapat, sebaiknya Gus Sholah tidak mengizinkan fotonya dipajang karena tokoh sentralnya sendiri tak ada di Indonesia.

Tampaknya Gus Sholah tidak hanya minta pendapat saya, tapi juga teman-teman atau tokoh lain. Intinya, Gus Sholah selalu mendengarkan pendapat orang banyak, sebelum mengambil keputusan.

16. Mengayomi Semua Golongan

Salah satu karakter Gus Sholah yang menonjol adalah pengayomannya kepada semua golongan. Watak ini tampaknya mewarisi karakter kepemimpinan kakeknya, Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari dan ayahnya, KH A Wahid Hasyim. Karena itu Gus Sholah disukai pimpinan semua golongan dan pimpinan semua organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Lihat saja, misalnya, hubungan mesranya dengan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir. Hebatnya, integritas Gus Sholah sebagai tokoh NU tak sedikitpun luntur. Di tengah pergaulan dengan semua aliran dan golongan itu, Gus Sholah justeru dipandang sebagai tokoh NU yang mampu mengayomi semua pihak dan golongan.

Karena itu, meski pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Gus Sholah tak menjabat dalam kepengurusan PBNU, tapi banyak ormas di luar NU yang sering mengundang Gus Sholah sebagai tokoh representasi NU. Maklum, selain pemikiran-pemikiran Gus Sholah sangat obyektif, juga sangat bersih sebagai tokoh NU. Apalagi Gus Sholah dzurriyah pendiri NU, yaitu Hadratussyaikh.

17. Tokoh Berintegritas, Clean and Clear

Gus Sholah dikenal sebagai tokoh nasional yang bersih dan berintegritas. Banyak sekali tokoh dan ulama terkemuka yang menilai Gus Sholah secara moral terjaga. Diantaranya, KH Hasyim Muzadi (almaghfurlah), mantan ketua umum PBNU dua periode.

Menurut Kiai Hasyim Muzadi, Gus Sholah adalah tokoh nasional yang tak pernah punya persoalan, baik secara moral apalagi hukum. “Gus Sholah itu tokoh nasional yang clean dan clear,” kata Kiai Hasyim Muzadi dalam pertemuan di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok Jawa Barat.

Karena itu pendiri Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok Jawa Barat itu mendorong Gus Sholah maju sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar NU ke-33 di Jombang. (m mas’ud adnan/bersambung)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...