Lahan pasar sapi lama.
KOTA PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Ditutupnya pasar sapi di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo membuat para pedagang nekat pindah ke pasar lama. Padahal, status lahan pasar sapi yang lama itu milik perorangan.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan para pedagang yang nekat pindah ke pasar sapi yang lama lagi,” ujar salah seorang ahli waris pemilik lahan Pasar Sapi, Sugeng, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (17/5).
BACA JUGA:
- Ganggu Akses Jalan, Pedagang Tepi Jalan Pasar Besuki di Situbondo akan Direlokasi
- Polres Probolinggo Salurkan 5 Ribu Ton Beras Bagi Warga Terdampak PPKM Darurat
- Rusunawa Penuh, Puskesmas Wonoasih Kota Probolinggo Jadi Rumah Karantina Pasien Covid-19
- Ratusan Warga Ikuti Vaksin Gratis di Samsat Probolinggo Kota
Meski Sugeng sebagai salah satu ahli waris pemilik lahan pasar tersebut, pihaknya mengaku tidak bisa membendung kemauan para pedagang. Bahkan, pagar tembok depan pasar itu sempat dirobohkan.
“Saya sudah melaporkan hal ini kepada Polsek setempat,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Probolinggo terpaksa melakukan penutupan terhadap pasar sapi di Kelurahan Jrebeng Kidul. Imbauan penutupan itu sejak tanggal 12 Mei kemarin.
Alasan penutupan itu dilakukan guna melakukan pencegahan virus di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, di pasar tersebut banyak pedagang yang berasal dari luar kota.
Ironisnya, imbauan itu tidak membuat takut para pedagang melakukan aktivitas jual beli. Bahkan, mereka memilih menempati pasar yang lama meski status lahan pasar itu milik perorangan.
“Kalau kita tidak jualan, terus kita mau makan apa?,” ujar salah seorang pedagang sapi, YN.
Menurutnya, sebagian pedagang nekat menempati pasar lama karena mereka butuh menyambung hidup di tengah pandemi Covid-19. (prb1/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




