Jumat, 04 Desember 2020 15:20

Tafsir Al-Kahfi 22: Ngaji Al-'Adad 'Ala Wazn Fa'il

Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 22: Ngaji Al-
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum illaa qaliilun falaa tumaari fiihim illaa miraa-an zhaahiran walaa tastafti fiihim minhum ahadaan

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ”(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.

TAFSIR AKTUAL

Dalam ilmu nahwu (tata bahasa arab), hitungan itu dibahas tersendiri, yakni bab "al-'Adad wa al-Ma'dud". Angkanya dimulai dari tiga ke atas dengan kaedah sendiri-sendiri sesuai pengelompokan.

Angka tiga sampai sepuluh disebut 'adad mufrad. Angka belasan, 11- 19 disebut 'adad murakkab. Puluhan, dua puluh, tiga puluh hingga sembilan puluh disebut al-'iqd atau al-uqud. Ratusan ke atas disebut al-mi'un yang aturannya sama dengan ribuan atau al-uluf.

Jika angka berjajar, semisal 9.999 (Sembilan Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan), maka bahasa arabnya disajikan dua pilihan : Pertama, bi al-Rutbah al-Kubra (dimulai dari angka terbesar), seperti urutan pengucapan di atas. Jadinya: Tis'ah Alaf wa Tis' Mi'ah wa Tis'ah wa Tis'un. Dan ini yang populer. Kedua, bi al-Rutbah al-Shughra (dari angka terkecil). Jadinya: Tis'ah wa tis'un wa Tis' Mi'ah wa Tis'ah Alaf.

Sementara angka satu dan angka dua lazimnya tidak dimasukkan dalam bab ini. Karena angka satu sama dengan kaedah isim mufrad dan angka dua ikut aturan isim tatsniah. Bahasa al-qur'an mengisyaratkan itu. ... La tattakhidzu Ilahiani itsnaini, (innama huw ) ilah wahid (al-Nah:51). Jika mau detail, silakan ngaji ilmu nahwu.

Meski demikian, ayat kaji kita (22), yang berbunyi "..Rabi'uhum, Sadisuhum, Tsaminuhum" menggoda untuk dibahas. Masuknya di bab al-Adad 'ala Wazn Fa'il atau hitungan YANG KE.., hitungan yang menunjukkan urutan sesuatu dalam sebuah deretan kelompok. Disebut Wazn Fa'il karena bentuk katanya ikut wazan (model) FA'IL. Wahid (yang pertama), Khamis (ke lima), Tsamin (ke delapan), 'Asyir (ke sepuluh) dan seterusnya.

Seperti pada ayat kaji ini. Disebutkan, sebagian mereka berkata: "bahwa jumlah personal pemuda goa sebanyak lima orang dan yang ke enam adalah anjing mereka. Ayatnya berbunyi: ... Khamsah, Sadisuhum Kalbuhum. Atau ada empat orang: A, B, C, dan saya yang ke empat. Bahasa arabnya: .. Ana al-Rabi'.

Untuk angka belasan atau 'adad murakkab yang harus dibentuk ikut wazan "FA'IL" hanya shadr (angka satuan)nya saja. Jadinya: al-Hady, al-Tsany, al-Tsalits, al-Tasi'). Sedangkan 'ajz atau angka puluhannya (asyrah, asyar) tetap. Contoh, orang yang ke lima belas. ".. al-khamisah 'Asyar atau al-Khamis 'Asyrah". Mudzakar and mu'annatsnya dilihat al-ma'dud yang mendampingi.

Tentang i'rab (bacaan) pada 'adad murakkab ini harus Mabni 'ala al-fath, dibaca fathah semuanya, baik shadr maupun 'ajz. Jadinya "al-khamisa 'asyrata" atau "al-Khamisata 'Asyra.

Cara membaca huruf "SYIN" pada angka sepuluh ( A SY R ). Pertama, jika fungsinya sebagai 'adad mufrad (sepuluh), maka dibaca sukun jika mudzakkar, 'ASYR (tanpa ta' marbuthah). Contoh : 'asyru muslimat (sepuluh wanita muslimah). Dan dibaca fathah jika mu'annats, asyarah (ada ta' masbuthah). Contoh : 'asyArah muslimin (sepuluh pria muslim).

Kedua, jika kata "sepuluh" tersebut berada pada 'adad murakkab (angka belasan), maka dibalik. Dibaca fathah (AsyAr), bentuk mudzakkar. Contoh : "... Ahada 'ASYARA kaukaba" (sebelas bintang) dan dibaca sukun, "aSYrah, asyrata", bentuk mu'annats. Contoh : "khams 'asyrata muslimah/tan", lima belas wanita musliah.

Untuk angka puluhan (al-uqud) tetap, baik dipakai untuk hitungan jumlah biasa atau fungsi wazn fa'il. Baik untuk cowok maupun cewek. Sama saja. Hum 'Isyrun (mereka berjumlah 20). Ana al-'Isyrun (saya orang yang ke 20). Al-arba'un (yang ke 40), al-tis'un (yang ke 90). Begitu pula angka ratusan dan ribuan tetap. al-mi'ah (yang ke seratus). al-alf (yang ke seribu) dan seterusnya.

Jika ada tambahan angka satuan, maka angka satuannya saja yang dibentuk wazan "FA'IL". Misalnya, "bab yang ke 22". Bahasa Arabnya : al-bab al-tsani wa al-isyrun. "Istri yang ke 99", al-zawjah al-tasi'ah wa al-tis'un. Mudzakkar dan muannatsnya disesuaikan sesuai kaedah 'ada mufrad.

Terakhir adalah cara menempatkan 'adad 'ala wazn fa'il pada deretan 'ada biasa. Yaitu : Harus berada di dalam lingkup deretan itu. Misalnya: anak yang ke satu, ke dua, ke 3, ke 4, ke 5 dari LIMA bersaudara. Ana Khamis Khamsah. Atau sambung, seperti : saya anak yang ke 6 dari 5 bersaudara (.. Sadis Khamsah). Kalau pisah (munqathi'), seperti :" ..yang ke 9 dari 7 orang. (..Tasi'u Sab'ah..), maka tidak boleh. Lughah cacat. 

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...