Pemkab Gresik Tutup Pasar Krempyeng, Begini Tanggapan Ketua DPRD

Pemkab Gresik Tutup Pasar Krempyeng, Begini Tanggapan Ketua DPRD ?Petugas gabungan Satpol PP, Polres Gresik, dan Kodim 0817 Gresik saat mengawal penutupan Pasar Krempyeng Gresik. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE)

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani menyayangkan adanya penutupan Pasar Krempyeng tersebut. "Sebetulnya kalau sejak awal Pemkab Gresik melakukan proteksi lebih dini, penutupan Pasar Krempyeng tak perlu dilakukan," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (11/6/2020).

"Ini waktunya New Normal malah ditutup, dulu waktu PSBB tak ditutup," cetus Gus Yani, begitu ia akrab disapa.

Gus Yani mengungkapkan, pihaknya saat PSBB sudah berkali-kali mengingatkan Diskoperindag dan Pemkab Gresik agar tidak hanya memperketat gerak dan aktivitas masyarakat di tempat ibadah saja. Sedangkan aktivitas masyarakat di tempat perekonomian seperti pasar, mal, dan lainnya malah dilonggarkan tanpa memperketat protokol Covid-19.

"Wes diilingno (sudah kami ingatkan) Pak Agus (Kepala Diskoperindag) itu. Pasar itu jangan sampai teledor. Faktanya, saat penerapan PSBB waktu itu terlihat hanya tempat ibadah saja yang ditertibkan. Bahkan, saf salat sudah mengikuti protokol kesehatan physical distancing (jaga jarak), dan penggunaan masker. Jadi, protokol kesehatan itu lebih tertib di masjid," ungkap Gus Yani.

"Makanya jangan bosan-bosan diingatkan dan memberikan imbauan. Gak apa apa cerewet, tapi untuk keselamatan," sambungnya.

Gus Yani menambahkan bahwa dirinya juga kerap mengingatkan agar memperketat pengawasan pasar di dalam forum rapat koordinasi Forkopimda. "Sudah sering saya ingatkan," pungkasnya. (hud/zar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO