Bupati Jombang saat meninjau persiapan ruang isolasi Covid-19 d Gedung Tenis Indoor.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, untuk penanganan pasien sesuai protokol yang dikeluarkan Kemenkes bahwa pasien terdampak Covid-19 yang positif dari swab langsung dilakukan penanganan.
“Kalau mereka sakit kita lakukan pengobatan di rumah sakit rujukan maupun penyangga. Kalau sehat, boleh kemudian ditaruh di rumah isolasi yang sudah ditetapkan oleh kepala daerah,” ujarnya.
Masih menurut pemaparan dr. Pudji, kalau di rumah sakit tetap diberikan obat-obatan sesuai standar yang telah ditetapkan Kemenkes, seperti antivirus, klorokuin, dan vitamin C. Karena vitamin C juga untuk supporting gizi.
“Kemudian aktivitas yang kita berikan kepada mereka untuk tetap bisa menjaga kondisi menjadi fit. Itu yang kita harapkan, semoga pasien yang terkonfirm segera sembuh dan hasil swab dinyatakan negatif,” terangnya.
“Untuk pasien yang sudah berada di STIKES, tidak perlu menggunakan treatment medika mentosa seperti di rumah sakit. Mereka lebih kita support dengan pemberian vitamin dan gizi yang tercukupi, makan minum setiap harinya. Termasuk gerak badan mereka kita support dengan alat olahraga, agar mereka tetap kondisi prima dalam menjalani masa isolasi sampai hasil swab negatif,” pungkas Pudji. (aan/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




