Jumat, 07 Mei 2021 23:47

Terapkan Uang Elektronik, TIJ Jadi Tempat Parkir Resmi Kebun Binatang Surabaya

Senin, 27 Juli 2020 20:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Terapkan Uang Elektronik, TIJ Jadi Tempat Parkir Resmi Kebun Binatang Surabaya
Pengemudi mobil saat memarkir kendaraannya di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). (foto: ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Seiring dengan dibukanya Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka pengunjung KBS juga diminta untuk memarkirkan kendaraannya di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Sebab, area KBS hanya digunakan untuk drop off.

Adapun bagi pengunjung yang akan memarkirkan kendaraannya di TIJ, maka harus mempersiapkan uang elektronik, karena pembayarannya di TIJ ini sudah mulai memberlakukan uang elektronik, khususnya Flazz dan Bank Jatim.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat memastikan pemberlakuan uang elektronik ini sudah dimulai sejak seminggu lalu. Namun, sampai saat ini masih tetap menyediakan pembayaran tunai karena masih tahap sosialisasi.

“Jadi, dalam satu bulan ke depan akan terus kita sosialisasikan dengan masif. Kita akan ingatkan juga para pengunjung bahwa pembayarannya sudah tidak pakai tunai,” kata Irvan, Senin (27/7/2020).

BACA JUGA : 

PSEL Benowo Jadi Pilot Project Nasional

Dipagari Tembok, Legenda Rumah Hantu Darmo Surabaya Tak Seangker Dulu

Pembunuhan Ibu Hamil oleh Suami di Surabaya, Pelaku Simpan Jasad Korban hingga Janin Keluar Sendiri

Yuk Berfoto Bersama 13 Karakter BT21 dan Brown & Friends di Pakuwon Mall

Selain menggunakan uang elektronik, Irvan juga memastikan bahwa TIJ sudah menerapkan tarif progresif sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 52 Tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Retribusi Terminal. Khusus kendaraan roda dua, tarif 2 jam pertama Rp 2 ribu dan tarif per jam berikutnya Rp 500 dan tarif maksimal per hari Rp 10 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, tarif 2 jam pertama Rp 3 ribu dan tarif per jam berikutnya Rp 1.000 serta tarif maksimal per hari Rp 20 ribu.

“Khusus untuk bus pariwisata tarif 2 jam pertama Rp 3.000 dan tarif per jam berikutnya Rp 1.500 serta tarif maksimal per hari Rp 20 ribu. Tarif progresif ini penting supaya adil antara yang sudah lama parkir dan yang hanya sebentar,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa gedung TIJ 5 lantai ini memiliki kapasitas parkir yang cukup besar. Pasalnya, gedung berkonsep Green Building ini bisa memuat 292 unit roda dua, 363 unit roda empat, dan 16 unit bus pariwisata. Sedangkan apabila para pengunjung lupa meletakkan mobilnya, maka Dishub juga sudah menyediakan mesin Parking Inquiries Terminal, sehingga tidak perlu bingung apabila lupa meletakkan mobilnya.

“Nah, mesin Parking Inquiries Terminal ini bisa menunjukkan arah di mana letak kendaraan yang sudah terparkir. Jadi, fasilitasnya sudah lengkap dan berbasis elektronik,” ujarnya.

Irvan sekali lagi memastikan bahwa area KBS hanya digunakan untuk drop off, sehingga parkir pengunjung KBS hanya bisa dilakukan di TIJ. Makanya, Dishub pun terus melakukan penertiban bagi kendaraan dan pengunjung KBS yang berhenti maupun parkir di bawah rambu larangan, terutama di Jalan Setail dan sekitar KBS.

“Jadi, tidak ada lagi parkir insidental di area KBS. Parkir resmi KBS untuk sementara juga ditutup, sehingga dia mempersilakan untuk parkir di TIJ,” pungkasnya. (ian/zar)

Awal Mula Tarawih Cepat Di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada Pesantren yang menuntaskan Salat Tarawih 23 Rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada Pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...