Wali Kota Risma kembali melakukan sidak untuk mengetahui progres perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) beserta perbaikan di sekitar GBT, Minggu (9/8).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali melakukan sidak untuk mengetahui progres perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) beserta perbaikan di sekitar GBT, Minggu (9/8).
Awalnya, Wali Kota Risma melakukan penanaman sebanyak 100 pohon yang terdiri dari pohon trembesi, flyamboyan, dan jaranan. Kemudian meninjau sekitaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Tidak lama setelah itu, ia bersama jajarannya bergeser keliling di dalam maupun luar tribun.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Risma yang didampingi oleh Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Iman Krestian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Anna Fajriatin, berkeliling memutari stadion sembari memberi arahan kepada masing-masing dinas yang terkait.
Saat tiba di sekitar TPA Benowo, Wali Kota Risma meminta kepada Anna Fajriatin untuk menanam pohon setinggi sekitar 2.5 meter yang difungsikan sebagai green belt.
“Jadi gini Bu, ini wajah depannya, sehingga harus bagus. Makanya dikasih tanah lebih tinggi lalu ditanami pohon,” kata Risma sembari menunjuk arah sekeliling TPA.
Ia menjelaskan, nantinya pohon yang ditanami di sekitaran wilayah TPA adalah pohon trembesi, flyamboyan, palm jepang, palm perak dengan ketinggian pohon kurang lebih 2.5 meter. Menurutnya, itu penting dilakukan agar pohon dan tanaman itu dapat menutupi tumpukan sampah, sehingga tampak lebih indah.
“Nanti trembesinya diletakkan di sini ya. Lalu juga menutup timbulan sampah dengan membran hitam, sehingga tidak terlihat sampahnya,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




