Pertunjukan kesenian ludruk sebelum adanya pandemi Covid-19. (foto: ist).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan formula baru agar pekerja seni tetap bisa berkarya dan berkreasi meski di tengah pandemi Covid-19. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat serta tidak menimbulkan kerumunan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti usai menggelar rapat bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) di Balai Kota Surabaya, Rabu (26/8/2020).
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
“Dari hasil analisis kajian dan masukan dari Persakmi bahwa untuk tampilan seni di tempat terbuka, di ruang terbuka ini memiliki peluang yang cukup besar di dalam penyebaran dan penularan Covid-19. Sehingga dari sarannya untuk tidak dilakukan saat ini,” kata Antiek.
Ia mengaku saat ini sedang menyiapkan formula baru bagaimana untuk konsep ke depannya. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya bakal menggelar rapat bersama seniman, budayawan, serta media. Ini dilakukan untuk mendapat masukan-masukan dari berbagai pihak sebelum konsep itu diterapkan.
“Di mana produksinya nanti akan kita buat, kemudian konsep produksinya seperti apa, yang tampil modelnya seperti apa. Kita memiliki beberapa pola alternatif yang akan kita tayangkan, di antaranya menggunakan media yang interaktif dan noninteraktif,” ungkap dia.
Bahkan, tidak memungkinkan nantinya Disbudpar bakal menggandeng media maupun industri pariwisata untuk bisa berkolaborasi bersama memberikan ruang gerak yang lebih bagi para seniman dan budayawan di Kota Pahlawan ini. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah menyiapkan dua pola, yakni interaktif dan noninteraktif.
“Interaktif itu bisa melalui misalnya, Zoom, streaming dalam bentuk misalnya lewat Instagram dan YouTube. Sedangkan noninteraktif, itu bisa melalui tapping (siaran) di media televisi,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




