Wali Kota Risma saat memberikan motivasi ke anak-anak Rusun Penjaringan Sari supaya sukses. (foto: ist).
“Yang paling penting juga, jangan gampang goyah ketika dipengaruhi oleh teman-temanmu. Jadi, ketika ada temanmu mengajak main game, bilang aja aku mau belajar. Ketika ada yang mengajak nonton film yang gak baik, maaf aku belajar dahulu. Jika terus konsisten seperti itu, maka yakinlah Tuhan akan memberikan keberhasilan untuk kalian semuanya,” imbuhnya.
Salah satu trik lainnya, lanjut Risma, harus disiplin dan pintar mengatur waktu. Jadi, ketika ada yang pintar belajarnya 3-4 jam, maka trik Wali Kota Risma dahulu adalah belajar lebih dari itu.
“Itulah yang dilakukan Ibu pada saat itu, dan Alhamdulillah ibu bisa juara kelas dahulu. Jadi, sebenarnya tidak ada orang yang bodoh dan pintar, yang ada hanyalah orang yang malas dan rajin,” ungkapnya.
Selain itu, Risma juga menitipkan anak-anak itu kepada para orang tuanya, terutama ibu-ibunya yang saat itu juga hadir dalam pengarahan tersebut. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu meminta kepada ibu-ibu mereka untuk terus memantau perkembangan anak-anaknya, karena godaannya saat ini cukup besar.
“Mereka ini anak-anak saya semuanya, sehingga saya minta tolong titip kepada panjenengan semuanya, karena merekalah masa depan bangsa ini. Kalau mereka jelek, maka kita akan panen kejelekan juga, sebaliknya kalau kita berhasil mendidik anak-anak, maka kita akan panen keberhasilan juga,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, acara ini adalah pengarahan dan penguatan langsung dari Wali Kota Risma kepada anak-anak Rusun Penjaringan Sari. Diharapkan mereka tidak lagi terjerumus dan tidak tergoda kepada hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama tidak membuka situs-situs terlarang.
Selain melarang mereka, Antiek juga mengaku akan meminta Diskominfo Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo. "Tujuannya tentu untuk memblokir akses situs-situs terlarang, sehingga anak-anak ini tidak bisa lagi membuka situs tersebut. Yang pasti, pengarahan semacam ini akan terus kami lakukan ke berbagai tempat,” tegasnya. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




