Jumat, 30 Oktober 2020 19:46

Tukang Becak Hingga Tenaga Medis Terjaring Razia Protokol Kesehatan di Kota Blitar

Senin, 14 September 2020 12:34 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Tukang Becak Hingga Tenaga Medis Terjaring Razia Protokol Kesehatan di Kota Blitar
Salah satu pelanggar protokol kesehatan disanksi administrasi berupa penyitaan KTP setelah mendapatkan edukasi dan masker gratis dari petugas.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Satgas Covid-19 Kota Blitar menggelar operasi yustisi penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Operasi digelar di Jl Merdeka, Kota Blitar, Senin (14/9/2020). Pengendara yang kedapatan tidak memakai masker langsung dihentikan dan diberi sanksi berupa teguran dan penyitaan kartu identitas.

Selain masyarakat umum, tukang becak, pegawai swasta, hingga tenaga medis juga terjaring razia.

"Kalau memang ada aturannya, ya saya kasih saja KTP saya. Cuma seharusnya dilihat dulu, tidak boleh disamaratakan. Dilihat dulu di mana, kalau di dalam mobil sendirian ngapain pakai masker. Dan sosialisasi juga harus gencar. Kalau tujuannya baik ya silakan saja," ungkap Dokter Bagus Indra yang ikut terjaring razia.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, untuk razia di hari pertama pihaknya memberlakukan sanksi mulai dari teguran hingga penyitaan KTP. Kemudian, untuk razia hari berikutnya baru akan diberlakukan sanksi denda sesuai Perda. Di mana dalam Perda itu, bagi pelanggar perseorangan bisa dikenakan denda Rp 250.000. Sedang tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan denda Rp 500.000.

Hal ini dilaksanakan mengingat kasus pertambahan Covid-19 secara nasional maupun di daerah masih terus meningkat. Sedangkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

"Untuk itu perlu dilakukan langkah untuk mendisiplinkan masyarakat. Ini juga sudah ada payung hukumnya. Di Jatim sudah punya payung hukum Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang pendisiplinan penerapan protokol kesehatan," Ujar Leonard M Sinambela.

"Kami besok akan mengandeng pengadilan dan kejaksaan. Kita hadirkan hakim dan kita langsung eksekusi pelaksanaan dendanya berikut juga melalui mekanisme Tipiring (Tindak Pidana Ringan) dengan menyiapkan BAP pemeriksaan singkat, dan akan disidangkan. Dengan harapan nantinya semua patuh hukum, karena kita sudah masuk pada fase penegakan hukum. tolong dipatuhi dan disiplin sehingha kita terhindar dari penularan," pungkasnya. (ina/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...