Jumat, 30 Oktober 2020 08:02

​Whisnu dan Lia Punya Peran Signifikan di Pilwali Surabaya

Minggu, 20 September 2020 21:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Whisnu dan Lia Punya Peran Signifikan di Pilwali Surabaya
Ning Lia dalam satu kegiatan. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rekom Pilwali Surabaya memang sudah tidak bisa berubah, yaitu head to head Machfud-Mujiaman dan Eri-Armuji. Namun bukan berarti langkah kandidat yang sempat running pilwali akan terhenti total. 

Begitu yang disampaikan oleh Baihaki Siradj, salah satu peneliti yang sempat dua kali melakukan penelitian terkait Pilwali Surabaya.

"Sebenarnya, hasil survei kemarin melihat posisi Whisnu Sakti Buana dan Ning Lia Istifhama sebagai kandidat yang kuat. Namun keduanya ternyata tidak mendapat rekom. Mengejutkan, memang. Tapi setidaknya, saya melihat potensi keduanya tetap memiliki peran signifikan dalam pilwali ini. Sebagai contoh, Ning Lia. Jangan hanya dilihat basis relawannya, tapi kreatif dan kepedulian sosial yang selama ini melekat dalam pribadi Ning Lia," urai Direktur Eksekutif Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) itu, Minggu (20/9).

Dr. Lia Istifhama yang juga ketua Perempuan Tani HKTI Jatim angkat bicara. Lia mengaku mengawali proses ini dengan niat membangun silaturahim. "Dengan begitu, harapannya sama. Yaitu, melihat siapa sih, sosok yang mau turun bersilaturahim kepada warganya," kata Lia Istifhama.

"Saya ini termasuk warga Surabaya dan saya bahagia tinggal di permukiman padat selama ini," ujarnya. "Saya ingin Surabaya kelak dipimpin orang yang asli merakyat. Dan saya yakin, siapa yang berpotensi lebih merakyat, pasti lebih potensi menang," imbuh perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu.

Perempuan asli Wonocolo ini mengungkapkan, ia sejak awal tidak mau membebani siapa pun dalam proses pilwali. Begitu pun ketika rekom saat ini tidak ia dapatkan, pihaknya legowo.

Karena itu, Ning Lia juga berkomitmen tak membebani para relawan yang selama ini tulus membantu, dengan keputusan politik dalam dukungan politik. Nemun, ia berkomitmen akan turun ke masyarakat terkait sosialisasi pilwali, jika itu harus dilakukan.

"Saya siap kok, jika harus turun ke masyarakat. Melakukan sosialisasi terkait paslon tertentu. Itu bukan masalah, asal paslonnya sangat layak. Justru, saya bisa tetap menyapa masyarakat secara positif. Sekaligus menyosialisasikan hak pilih kepada masyarakat, agar mereka menggunakan hak pilih," pungkas putri almarhum KH. Masykur Hasyim tersebut. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...