Wali Kota Risma bersama jajarannya panen raya ketela rambat madu di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Rabu (23/9/2020). (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama jajarannya panen raya ketela rambat madu, ketela pohon, hingga ikan lele di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Rabu (23/9/2020).
Saat itu, ia mencabut satu per satu ketela rambat madu itu dan sesekali dibantu langsung oleh jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
“Wah, gede-gede yo, gede ngene ki. Enak iki. Ayo dipanen kabeh (wah, besar-besar ya, besar ini. Enak ini. Ayo dipanen semuanya),” kata Wali Kota Risma kaget ketika memanen ketela rambat madu yang berukuran jumbo.
Setelah banyak memanen ketela rambat yang besar-besar, Risma selanjutnya memanen ketela pohon hingga Lele. Di tengah asyiknya panen raya, Risma menyempatkan diri menyapa warga sekitar beserta anak-anak yang ikut hadir kala itu. Bahkan, Ia juga sempat mengobarkan semangat anak-anak beserta warga sekitar. Anak-anak itu pun diberi buku spesial yang ada tanda tangan Wali Kota Risma.

(Hasil panen raya berupa ketela rambat madu dan ketela pohon)
Pada kesempatan itu, Risma mengatakan bahwa lahan BTKD Kelurahan Jeruk ini luasnya sekitar 7,6 hektare. Di sini, banyak tanaman dan buah-buahan se-Nusantara ditanam di tempat BTKD ini. Termasuk pula tanaman langka seperti pohon dewandaru dan beberapa tanaman lainnya.
“Jadi, ini nanti akan kita jadikan pusat Agrowisata di samping tempat pembelajaran warga kalau ingin belajar menanam yang benar. Makanya di tempat ini juga ada waduk yang diberi bibit lele, ada pula lahan untuk menanam padi dan jagung, serta tanaman pangan lainnya. Jadi, ini memang menjadi salah satu tempat percontohan ketahanan pangan di Surabaya,” ungkapnya.
Presiden UCLG Aspac ini juga mengaku bahwa terus gencar melakukan penanaman tanaman pangan ini karena memang ada permintaan dari mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, dikhawatirkan tidak bisa impor beras dari luar, sehingga kalau nantinya tidak bisa impor, maka diharapkan bisa swadaya pangan sendiri. Surabaya pun telah membuktikan diri bahwa sebenarnya bisa swadaya pangan sendiri dengan menanam berbagai tanaman pangan ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




