Selasa, 01 Desember 2020 06:07

Strategi Dinas Pertanian Ngawi Dalam Mempertahankan Predikat Penyangga Pangan saat Pandemi

Kamis, 22 Oktober 2020 23:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Strategi Dinas Pertanian Ngawi Dalam Mempertahankan Predikat Penyangga Pangan saat Pandemi
Salah satu lahan padi di Ngawi saat panen raya.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen mempertahankan predikat sebagai daerah penyangga pangan nasional di saat terjadi pandemi Covid-19. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Ngawi berupaya memotivasi para petani untuk tetap menanam padi.

Apalagi pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Terbukti produksi hasil panen dan aktivitas pertanian jalan terus. Hal ini bertolak belakang dengan sektor lainnya, terutama sektor perekonomian, yang sangat merasakan dampak pandemi.

"Untuk pertanian tidak merasakan dampak dari pandemi. Kenyataannya para petani tetap turun ke sawah dan setiap musim tanam selalu berjalan seperti biasa," jelas Amirudin, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Bahkan menurutnya, di tahun 2020 luasan tanaman padi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya kisaran 138.000 hektare, untuk tahun ini semenjak terjadi pandemi luasan lahan yang ditanami padi bertambah menjadi 143.000 hektare.

Menurut Amirudin, faktor yang mempengaruhi para petani beralih ke tanaman padi salah satunya adalah musim kemarau basah yang terjadi saat ini.

Dinas pertanian sendiri juga menyiapkan strategi agar petani bertahan menanam padi. Yakni dengan memberikan perlindungan kepada petani berupa asuransi apabil gagal panen. Kemudian, mengadakan kemitraan penggiat gabah, yaitu petani langsung ke perusahaan. Serta, pengamanan di tingkat produksi untuk menjaga hasil panen padi.

Keterlibatan dan peran petugas penyuluh lapangan (PPL) yang tersebar di tiap desa juga dimaksimalkan untuk menyampaikan program dari dinas pertanian, maupun penyambung aspirasi dari para petani.

"Kita melibatkan semua PPL maupun petugas UPT yang ada. Kita tidak mungkin bisa bergerak sendirian, dan yang menghimpun data juga bersumber dari mereka. Apalagi PPL merupakan corong kita ke petani," terangnya.

Amirudin mengatakan, strategi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Ngawi ini cukup berhasil. Salah satunya dibuktikan bertambahnya luasan tanaman padi. Selain itu, harga jual gabah juga tinggi di saat terjadi pandemi.

"Hal tersebut sudah merupakan komitmen dari Pemkab Ngawi dalam memberikan kontribusi sebagai penyangga pangan nasional. Terbukti untuk Kabupaten Ngawi dalam urutan kedua setelah Lamongan sebagai penghasil padi di Jawa Timur. Sedangkan di tingkat nasional berada di posisi keenam," urainya.

Amirudin menambahkan, ke depannya para petani di Ngawi, khususnya petani padi, akan lebih diperhatikan dengan adanya kartu tani. "Yang pasti untuk ke depannya para petani akan lebih dipermudah lagi dengan aktivasi dari kartu tani," pungkasnya. (nal/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...