Selasa, 27 Juli 2021 22:06

Strategi Dinas Pertanian Ngawi Dalam Mempertahankan Predikat Penyangga Pangan saat Pandemi

Kamis, 22 Oktober 2020 23:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Strategi Dinas Pertanian Ngawi Dalam Mempertahankan Predikat Penyangga Pangan saat Pandemi
Salah satu lahan padi di Ngawi saat panen raya.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen mempertahankan predikat sebagai daerah penyangga pangan nasional di saat terjadi pandemi Covid-19. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Ngawi berupaya memotivasi para petani untuk tetap menanam padi.

Apalagi pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Terbukti produksi hasil panen dan aktivitas pertanian jalan terus. Hal ini bertolak belakang dengan sektor lainnya, terutama sektor perekonomian, yang sangat merasakan dampak pandemi.

"Untuk pertanian tidak merasakan dampak dari pandemi. Kenyataannya para petani tetap turun ke sawah dan setiap musim tanam selalu berjalan seperti biasa," jelas Amirudin, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Bahkan menurutnya, di tahun 2020 luasan tanaman padi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya kisaran 138.000 hektare, untuk tahun ini semenjak terjadi pandemi luasan lahan yang ditanami padi bertambah menjadi 143.000 hektare.

BACA JUGA : 

Bupati Bersama Kapolres Ngawi Salurkan Bansos Kemenko Marves ke Warga Terdampak Covid-19

Kantongi Rekom Provinsi, Pemkab Desak Pusat Segera Realisasikan Kawasan Industri di Ngawi

Target Tercapai, Pemkab Ngawi Akhiri Vaksinasi di Lingkungan Pabrik dan Pasar

Jelang PPKM Darurat, Kodim Ngawi Ikuti Apel Gelar Pasukan di Madiun

Menurut Amirudin, faktor yang mempengaruhi para petani beralih ke tanaman padi salah satunya adalah musim kemarau basah yang terjadi saat ini.

Dinas pertanian sendiri juga menyiapkan strategi agar petani bertahan menanam padi. Yakni dengan memberikan perlindungan kepada petani berupa asuransi apabil gagal panen. Kemudian, mengadakan kemitraan penggiat gabah, yaitu petani langsung ke perusahaan. Serta, pengamanan di tingkat produksi untuk menjaga hasil panen padi.

Keterlibatan dan peran petugas penyuluh lapangan (PPL) yang tersebar di tiap desa juga dimaksimalkan untuk menyampaikan program dari dinas pertanian, maupun penyambung aspirasi dari para petani.

"Kita melibatkan semua PPL maupun petugas UPT yang ada. Kita tidak mungkin bisa bergerak sendirian, dan yang menghimpun data juga bersumber dari mereka. Apalagi PPL merupakan corong kita ke petani," terangnya.

Amirudin mengatakan, strategi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Ngawi ini cukup berhasil. Salah satunya dibuktikan bertambahnya luasan tanaman padi. Selain itu, harga jual gabah juga tinggi di saat terjadi pandemi.

"Hal tersebut sudah merupakan komitmen dari Pemkab Ngawi dalam memberikan kontribusi sebagai penyangga pangan nasional. Terbukti untuk Kabupaten Ngawi dalam urutan kedua setelah Lamongan sebagai penghasil padi di Jawa Timur. Sedangkan di tingkat nasional berada di posisi keenam," urainya.

Amirudin menambahkan, ke depannya para petani di Ngawi, khususnya petani padi, akan lebih diperhatikan dengan adanya kartu tani. "Yang pasti untuk ke depannya para petani akan lebih dipermudah lagi dengan aktivasi dari kartu tani," pungkasnya. (nal/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...