Cawabup Alif saat paparkan visi misi di hadapan para petinggi Muhammadiyah Gresik. (foto: ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gresik Nomor Urut 1, Moh. Qosim - dr. Asluchul Alif (QA) menggelar silaturahmi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik di Kantor PD Muhammadiyah Jalan Permata Perum Bunder Asri Gresik, Sabtu (24/10/2020).
Kedatangan Qosim-Alif disambut para petinggi PDM yang kemudian secara bergantian memaparkan visi misi di hadapan para petinggi PDM dan undangan. Visi misi yang dipaparkan Qosim-Alif bertema "Gresik Religius, Sehat, Berkelanjutan, dan Sejahtera untuk Semua".
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
Cabup Qosim yang mendapatkan giliran pertama menjelaskan bahwa visi misi yang diusungnya bersama Dokter Alif meliputi banyak aspek. Mulai dari pembangunan ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
"Komitmen saya dan Dokter Alif untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dhohir maupun batin yang tertuang dalam visi misi yang Insya Allah komprehensif," ujar Qosim.
Qosim mencontohkan bidang pendidikan yang saat ini sedang mendapatkan tantangan berat karena harus belajar di rumah (learn from home) menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Karena itu, Qosim menekankan pentingnya strategi dan perubahan paradigma dalam pendidikan.
"Agar belajar daring (dalam jaringan) ini efektif dan kualitasnya sama dengan belajar di sekolah seperti biasanya, oleh karena itu dengan silaturahmi ini kita dapat bertukar pikiran dengan Muhammadiyah yang punya pengalaman panjang dan mantap dalam dunia pendidikan," katanya.
Menurut Qosim, lembaga pendidikan mulai saat ini harus mempersiapkan pendidikan berbasis online dan vokasional yang berorientasi pemenuhan lapangan sekaligus ketersediaan kerja. Hal ini sangat mendesak untuk direalisasikan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pendidikan di daerah dan angka pengangguran.
"Maka, mata pencaharian berbasis online ini perlu dikembangkan secara saksama, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda dan sebagai sumber ekonomi kreatif," paparnya.
Secara konkret, Qosim-Alif menggagas program Gresik Digital Learning sebagai respons terhadap pandemi Covid-19. Diharapkan instrumen pembelajaran berbasis digital yang aksesnya disiapkan oleh pemerintah daerah ini menjadi solusi bagi para pendidik dan peserta didik.
Dikatakan Qosim, pihaknya juga menyiapkan program Gresik Yes (Yatim Sekolah). Melalui program itu, anak-anak yatim dan anak dari keluarga prasejahtera wajib bisa sekolah. Solusinya, pemerintah daerah adalah "Bapak Angkat" yang menjamin beasiswa sekolah mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.






