Sabtu, 19 Juni 2021 09:58

​Reksa Natura Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Keris dan Uji Kompetensi Batik

Minggu, 25 Oktober 2020 13:51 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Ahmad Fuad
​Reksa Natura Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Keris dan Uji Kompetensi Batik
Hardi Utoyo mempertunjukkan keris jenis Winongan. foto: ahmad fuad/ bangsaonline.com

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Yayasan Reksa Natura Indonesia (RNI) Pasuruan menggelar pameran keris dan uji kompetensi batik, yang diikuti pemerhati budaya keris dan pengembangan batik Natura se-wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta seniman dan budayawan.

"Yayasan RNI itu scope-nya nasional, khusus pemerhati batik alami," jelas Ketua Pembina Yayasan RNI H. Hardi Utoyo kepada BANGSAONLINE.com di Omah Pring, Jl. Raya Bypass, Pandaan, Pasuruan, Minggu (25/10).

Acara tersebut digelar selama dua hari, mulai Sabtu (24/10) hingga Minggu (25/10) oleh yayasan RNI yang merupakan pemerhati dan pengembangan batik di Kabupaten Pasuruan.

Sedang uji kompetensi batiknya adalah jenis batik natura yang terbuat dari dedaunan murni pewarnaan alam, tanpa campuran zat kimia. Batik tersebut, menurut Hardi, sudah teruji keasliannya, sehingga kualitas batiknya tidak gampang luntur.

BACA JUGA : 

Selalu Bahasa Madura, Kiai Nawawi Abdul Jalil Pemegang Teguh Tradisi Pesantren

Kiai Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh PP Sidogiri Pasuruan Wafat

Antisipasi Banjir, Pemkab Pasuruan Fokuskan Normalisasi Sungai di Beji dan Bangil

Polres Pasuruan Gandeng Cak Shodiq Kampanyekan Prokes

Sementara untuk pameran keris, menyuguhkan berbagai jenis keris. Antara lain Keris Winongan atau istilah lain Tombak Bugel, asli keris asal Pasuruan. Keris tersebut hingga kini menjadi ikon pasuruan.

Kemudian Keris Dapur (wajah) Pulanggeni, merupakan jenis keris di era kerajaan Mataram. Keris Dapur Brojool Winongan Tuban, Keris Dapur Tilam Sari, Keris Naga Sasra, dan keris pusaka lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini, menurut Hardi, untuk menyadarkan generasi muda bangsa, di samping untuk melestarikan budaya leluhur nenek moyang, yang akhir-akhir ini hampir punah.

Hardi berharap pemerintah ada perhatian terhadap pelestarian budaya. "Karena keris dan batik adalah sebuah simbol khas suatu daerah. Apalagi Pasuruan sendiri memiliki sebuah keris khas yang dikenal diwilayah luar daerah yakni keris winongan," pungkasnya. (afa)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...