Selasa, 27 Juli 2021 23:23

Diduga Ada Persekongkolan, Komisi III DPRD Pasuruan Blejeti Proyek Jaringan Pipa yang Lelet

Senin, 26 Oktober 2020 20:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Diduga Ada Persekongkolan, Komisi III DPRD Pasuruan Blejeti Proyek Jaringan Pipa yang Lelet
Rapat kerja antara Komisi III dengan DPKP dan DSDATR.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar rapat kerja membahas progres pengerjaan beberapa pembangunan infrastruktur bernilai miliaran rupiah yang dianggap lamban. Rapat kerja ini mengundang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). serta Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (DSDATR), Senin (26/10).

Proyek besar yang menjadi sorotan Komisi III tersebut, antara lain pengembangan jaringan perpipaan SPAM Offtake di Kecamatan Rembang senilai Rp 13,94 miliar, jaringan perpipaan SPAM Offtake di Beji senilai Rp 7 miliar, dan Optik Gempol senilai Rp 7 miliar.

“Dari hasil rapat tersebut, diketahui progres pengerjaan di dua lokasi, yakni Rembang dan Beji masih rendah. Diduga lelang proyek SPAM Offtake terjadi persekongkolan. Personel tetap, hanya bendera atau PT-nya yang ganti," cetus Saifullah Damanhuri, salah satu anggota Komisi III.

Politikus PPP ini mengaku mendapat info, bahwa terjadi pengondisian lelang antara PT Duta Komunikasi, PPK DPKP, dan ULP setempat. Sehingga muncul pemenang lelang PT, yang dipinjam oleh K, ketua salah satu asosiasi kontraktor di Pasuruan.

BACA JUGA : 

Desak Pemkab Segera Cairkan Insentif Nakes, Anggota Komisi IV Dorong Transparansi Anggaran Cukai

Dampak Pandemi, Proyeksi PAD Kabupaten Pasuruan Menurun di 2022

DPRD Pasuruan Berharap Proyek-proyek Pemkab di Sejumlah OPD Bisa Buka Lapangan Kerja

Penuhi Kebutuhan Sarana Air Bersih, Pemkab Pasuruan Gulirkan Proyek Pengeboran di 11 Lokasi

Terkait hal ini, Saifullah meminta kepada DPKP untuk melakukan langkah antisipasif agar proyek-proyek tersebut tidak mengalami keterlambatan, dengan cara melakukan penambahan pekerja. Mengingat, sisa waktu tinggal beberapa pekan lagi. Apalagi proyek di Kecamatan Beji, sampai hari ini baru material saja yang datang. Sedangkan untuk kegiatan penggalian belum dimulai sama sekali.

Dari data yang diperoleh BANGSAONLINE.com, realisasi pengerjaan jaringan pipa di Kecamatan Rembang baru 15 persen. Kemudian pipa jaringan di Kecamatan Beji 10 persen, sedangkan di Kecamatan Gempol sudah 45 persen bila dikomulatifkan dengan material pipa yang ada di lapangan.

Sementara proses pengerjaan fisik di DSDATR, baik yang anggarannya dari DAK, DBHCHT, maupun APBD, dinilai dewan sudah cukup bagus. Kalaupun ada yang telat, hal tersebut karena masalahan nonteknis dan tidak berpengaruh pada progres pengerjaan. Misalnya pekerjaan jaringan irigasi di Latek Kecamatan Bangil yang belum dikerjakan, lantaran terkendala anggaran yang tidak bisa diserap karena dana APBD masih proses di provinsi.

Terpisah, Kepala DPKP Ir. Hari Aprianto yang dikonfirmasi soal rendahnya progres pengerjaan jaringan pipa di Kecamatan Beji dan Rembang, mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan menambah pekerja proyek, serta menambah alat berat untuk pengalian pipa.

"Kalau untuk progress memang masih rendah di dua titik tersebut. Akan tetapi sisa waktu yang ada dianggap masih cukup, mengingat material pipa sudah ada semua," jelasnya. (bib/par/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...