Kamis, 04 Maret 2021 22:06

Home Industri Sabut Kelapa Kediri Tembus Papua dan Sumatera

Sabtu, 14 November 2020 14:25 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Home Industri Sabut Kelapa Kediri Tembus Papua dan Sumatera
Melina Andriyani bersama ayahnya, Riyanto, saat menunjukkan kokedama hasil karyanya. foto: Muji Harjita/ bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di masa pandemi ini, home industri sabut kelapa atau juga disebut kokedama, tetap bisa bertahan. Bahkan bisa menembus pasar luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, sampai Papua.

Melina Andriyani Riyanto, anak Riyanto, pemilik home industri sabut kelapa di Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri menjelaskan, bahwa kokedama adalah teknik menanam dari Jepang.

Yaitu menempatkan tanaman dalam bola tanah, kemudian membungkusnya dengan moss (lumut) atau sabut kelapa, lalu mengikatnya dengan tali. Teknik menanam ini unik karena tidak menggunakan pot.

"Kami menjual hasil karya kami ini dengan harga bervariasi, dari Rp. 12.000 hingga Rp. 28.000 per kokedama," kata Melina, Sabtu (14/11).

Menurut Melina, kokedama bisa ditanami bunga anggrek, bunga antorium, atau bunga lain yang fisiknya kecil.

"Sebelum pandemi, omzet dalam satu bulan bisa mencapai Rp.10 juta, tapi di saat pandemi ini memang ada penurunan," imbuh lulusan S1 Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang tahun 2010 itu.

Masih menurut Melina, selama ini dirinya hanya melakukan penjualan kokedama melalui online, yaitu melalui marketplace Shopee.

"Mengingat di masa pandemi ini ada sedikit penurunan permintaan, maka kami juga akan menjual melalui Lazada dan Tokopedia," ujar Melina, yang juga putri pensiunan PPL itu.

Ditambahkan oleh Melina, pada prinsipnya tanaman yang cocok untuk dibuat kokedama adalah tanaman yang akarnya kecil dan tidak membutuhkan sinar matahari banyak dan biasanya ditempatkan indoor atau di dalam ruangan. (uji)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 03 Maret 2021 05:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Data ini benar-benar mengejutkan. Bayangkan. Dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang kekurangan vitamin D. Loh, bukankah sinar matahari di Indonesia melimpah?Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Lalu harus ditambah ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...