Mas In'ami Abdul Jalil (tengah), Ketua Relawan Simec. (foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pilwali Surabaya baru saja usai. Versi hitung cepat atau quick count, Pasangan Eri Cahyadi-Armuji (Erji) unggul dari Pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju). Hasil itu disyukuri oleh Relawan Santri Milenial Eri Cahyadi (Simec).
Namun, relawan pendukung Erji ini menolak untuk euforia. Justru sebaliknya, para Santri Milenial bertekad terus mengawal suara Erji hingga pasangan yang mereka dukung dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.
BACA JUGA:
- Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan
- Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Program Digitalisasi Parkir
- Gerakkan Ekonomi Warga, Wali Kota Eri Cahyadi Fokus Koneksi Infrastruktur Jalan di Tahun 2026-2027
- Tak Wajibkan Gowes, Eri Cahyadi Dorong ASN Pemkot Surabaya Gunakan Transportasi Umum
"Hasil ini tentu kami syukuri, tapi kami tidak mau euforia. Kami akan terus kawal suara Mas Eri sampai beliau dilantik menjadi wali kota Surabaya," tutur Ketua Relawan Simec, Mas In'ami Abdul Jalil, Kamis (10/12/2020).
Alumnus Santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menginstruksikan kepada para Santri Milenial untuk tidak lengah. Pihaknya akan terus mengawasi tahapan Pilwali Surabaya. Termasuk proses penghitungan suara secara manual yang dilakukan secara berjenjang.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Surabaya ini menilai, apa pun bisa terjadi sebelum pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih dilaksanakan. Karena itu pihaknya memilih langkah antisipasi atau preventif.
"Mencegah itu tentu lebih baik, karena itu kami mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena proses pilwali belum selesai sampai pemenang dilantik," ujarnya.
Meski tidak euforia, namun santri milenial yang tergabung dalam Simec tetap mensyukuri hasil maksimal yang dicapai Pasangan Erji. Karena itu, mereka menggelar tasyakuran dengan makan nasi kebuli bareng di posko.
Menurut Mas Inawi, ini adalah tradisi santri yang sudah melekat di kalangan warga nahdliyin. Kesempatan ini sekaligus digunakan untuk konsolidasi dan koordinasi internal, sekaligus memberi imbauan kepada relawan untuk menjaga suara Mas Eri di wilayah masing-masing.
"Tasyakuran dengan makan nasi kebuli bersama ini sekaligus untuk membahagiakan para relawan yang telah bekerja keras memenangkan Mas Eri. Bagaimanapun ikhtiar relawan yang luar biasa harus diapresiasi," pungkasnya. (mdr/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




