Sujito (tengah) saat menunjukkan lahan tanam baru di Desa Timahan, Kec. Kampak, Kab. Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ketua Kelompok Tani Sejahtera Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Sujito, diduga telah menjual bantuan pupuk gratis dari Kementan (Kementerian Pertanian) pada sejumlah petani di desa setempat, Rabu (6/1).
Hal ini diungkapkan oleh Mukatab, Ketua RT 22 Dusun Genuk, Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Ia mengaku menjadi saksi ketika aparat kepolisian meminta keterangan Sujito terkait penjualan pupuk gratis tersebut, sekitar dua minggu yang lalu.
BACA JUGA:
- Penebusan Pupuk Subsidi di Lumajang Meningkat, Stok Aman Sejak Awal 2026
- Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Baru Capai 25%
- Catat! Penebusan Pupuk Subsidi di Tuban Wajib Sesuai e-RDKK dan KTP Asli, Tak Bisa Diwakilkan
- Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Bersubsidi, Siapkan Stok 1,1 Juta Ton Jelang Akhir 2025
Mukatab mengatakan dirinya pernah mendapat panggilan secara lisan dari salah satu aparat kepolisian terkait adanya dugaan penjualan pupuk gratis bantuan dari Kementan yang dilakukan salah satu warganya yang bernama Sujito.
"Tolong dipanggil Pak Katab, RT-nya," kata Mukatab menirukan ucapan aparat kepolisian ketika mendatangi Dusun Genuk, Desa Timahan, Rabu (6/1).
Menurut Mukatab, aparat kepolisian yang datang ke wilayahnya saat itu sempat menanyakan pada Sujito, ke mana pupuk gratis bantuan dari Kementan itu dijual. Sujito, kata Mukatab sempat mengaku di hadapan aparat bahwa pupuk bantuan gratis dari Kementan itu dijual Rp 100 ribu per sak di luar kelompoknya.
"Lha terus pengakuan Pak Sujito, pupuk saya jual per saknya 100 pak kalau lain kelompok. Kalau kelompok saya Rp 85 ribu," ungkap Mukatab menirukan ucapan Sujito.
Setelah itu, Sujito juga menunjukkan catatan pada aparat kepolisian tentang siapa saja yang telah membeli pupuk gratis bantuan dari Kementan tersebut.
Aparat kepolisian kemudian bertanya pada Sujito apakah penjualan pupuk gratis dilakukan secara sendiri atau bersama kelompoknya. Sujito sempat menjawab bahwa penjualan pupuk itu dilakukan secara kelompok.
"Lha secara ke anggotaannya, Ketuanya Sujito, Wakil Ketua Bukhori katanya Pak Uji (panggilan dari Sujito). Lha terus Sekretaris Kamini, Bendahara Romlan, Humas Samiran," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




