Minggu, 28 Februari 2021 17:38

​Benedict Masuk Islam, Setelah Pelajari Islam Satu Tahun

Jumat, 22 Januari 2021 14:37 WIB
Editor: MMA
​Benedict Masuk Islam, Setelah Pelajari Islam Satu Tahun
Benedict Tegar Julio saat ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya usai salat Jumat (22/1/2021). foto: mma/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Benedict Tegar Julio memutuskan masuk Islam setelah mempelajari ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu. Benedict semula beragama Katolik. Ayah dan ibunya kini bahkan masih beragama Katolik.

Pria kelahiran Semarang 29 Juli 1994 itu mengaku mempelajari Islam selama satu tahun. Dari studi perbandingan dengan agama Katolik yang sebelumnya ia anut, ia akhirnya meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar.

Karena itu ia datang ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya untuk ikrar dua kalimat syahadat usai salat Jumat (22/1/2021). Ikrar Benedict itu dituntun langsung oleh Dr. H. M. Sujak, Kepala Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

(Dr. KH. Muhammad Sujak. foto: mma/ bangsaonline.com)

Namun sebelum proses ikrar dua kalimat syahadat, Kiai Sujak minta Benedict menceritakan secara singkat kenapa ia mantap masuk Islam. Menurut Bendect, ia masuk Islam karena yakin bahwa agama inilah yang benar setelah satu tahun mempelajari agama Islam dan Katolik yang sebelumnya dia anut.

Kiai Sujak pun bertanya, apakah Benedict sanggup menjalankan lima rukun Islam. Di antaranya salat lima waktu dalam sehari semalam. “Kalau di Katolik kan hanya seminggu sekali,” kata Kiai Sujak.

Benedict terus terang mengaku berat untuk kali pertama. Tapi lama-lama menjadi biasa. Karena itu ia mengaku sanggup. “Insyaallah,” kata Benedict.

(Benedict Tegar Julio (tengah) didampingi para saksi saat ikrar dua kalimat syahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, usai salat Jumat (22/1/2021). foto: mma/ bangsaonline.com)

Kiai Sujak lalu mengingatkan Benedict bahwa ikrar dua kalimat syahadat ini tidak hanya disaksikan manusia atau jamaah salat Jumat yang hadir, tapi yang lebih penting disaksikan langsung oleh Allah SWT.

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Sujak mengatakan bahwa makin banyaknya muallaf – terutama di kalangan orang terdidik – karena mereka bisa membandingkan agama Islam dengan agama lain secara rasional dan intelektual.

Nah, dari proses perbandingan itulah mereka akhirnya menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang benar, rasional, dan masuk akal. (tim)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 28 Februari 2021 10:23 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE com - Rakyat Indonesia sudah lama menunggu karya anak bangsa. Dalam segala bidang. Termasuk vaksin. Agar tak selalu tergantung pada bangsa lain.Nah,  saat semua negara panik karena pandemi Covid-19, lahir vaksin nusantara,...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...