Salah satu embung yang dibangun tahun lalu.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sembilan embung yang dibangun pada 2025, dengan anggaran Rp 2,3 miliar sudah selesai dibangun. Semula Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, ditargetkan membangun tujuh embung, namun jelang akhir tahun mendapat usulan pembangunan dua embung.
“Target tujuh embung dan dua embung tambahan sudah selesai dibangun pada tahun kemarin,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Ardian Ari Nurcahyo.
Dia mengatakan dua embung tambahan berlokasi di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen dan Siwalan, Kecamatan Sugihwaras. Pembangunan itu memang usulan dari pihak pemerintah desa setempat, namun DPU SDA juga mempertimbangkan dengan anggaran yang ada.
“Ternyata bisa dimasukkan anggaran Rp2,3 miliar, sehingga kami segera mengerjakan embung tambahan itu. Dan total pada 2025, sembilan embung selesai dibangun,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Kepala Bidang Air Baku Irigasi DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengatakan seluruh paket pembangunan embung tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen.
“Embung dibangun untuk meningkatkan daya tampung air sebagai cadangan irigasi, terutama ketika debit sungai menurun pada musim kemarau,” ujar Bungku.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah embung memiliki volume tampungan yang melebihi perencanaan awal. Optimalisasi lahan dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas tampung air.
Embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mampu menampung hingga 8.204 meter kubik air, sedangkan embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, menjadi yang terbesar dengan volume mencapai 8.718 meter kubik.
Sembilan embung yang telah rampung dibangun tersebut berada di Desa Ngaglik (Kecamatan Kasiman), Desa Banjarejo (Kecamatan Padangan), Desa Ngasem (Kecamatan Ngasem), Desa Mlinjeng (Kecamatan Sumberrejo), Desa Duwel Paket 1 dan Paket 2, Desa Kedungadem (Kecamatan Kedungadem), Desa Siwalan (Kecamatan Sugihwaras), dan Desa Kedungdowo (Kecamatan Balen).
Bungku berharap, dengan selesainya pembangunan sembilan embung ini, manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani.
“Kami berharap produktivitas pertanian meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan,” tandasnya. (jku/rev)






