Peresmian Posko KTS PPKM Mikro di Desa Wringinanom.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Desa Wringinanom Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik meresmikan Kampung Tangguh Semeru PPKM Mikro, Rabu (19/2) lalu. Peresmian ini dilakukan Kepala Desa Wringinanom Yoko didampingi Camat, Danramil, Kapolsek, serta tokoh masyarakat di Wringinanom.
Yoko berharap dengan terbentuknya Posko PPKM berbasis Mikro di tingkat desa, pengawasan Covid-19 bisa lebih maksimal. Pihaknya juga akan mengoptimalkan kampung pasar tangguh, tempat ibadah tangguh, dan industri tangguh.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Lantik Kades Wadak Kidul PAW, Ingatkan soal Desa Antikorupsi
- Bumdes Wadak Kidul Gresik Masuk 20 Besar Terbaik Nasional di Ajang Desa BRILiaN 2025
- PKDI Gresik Bersama Polres Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
- Semarakkan HUT ke-80 RI, Warga RW 14 Desa Banjarsari Gelar NaturaNite Kenalkan Warisan Leluhur
Menurutnya, pembentukan Posko PPKM Mikro mengacu pada Inpres RI No. 6 Tahun 2020, Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021, SE Satgas Penanganan Covid-19 No. 9 Tahun 2021 tentang Posko Covid PPKM di Tingkat Desa/Kelurahan, SK Gubernur Jatim No: 188/7/KPTS/013/2021m, dan SE Bupati Gresik Nomor 3 Tahun 2021.
"Posko Satgas Covid-19 tingkat kelurahan dan desa berfungsi sebagai pencegahan, penanganan, pembinaan dan mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19," kata Yoko seraya mengatakan bahwa di posko tersebut telah tersedia tempat observasi bagi pasien, lumbung pangan, dan lainnya.
PPKM Mikro ini juga melibatkan RT/RW, kepala desa atau kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan relawan lainnya.
Selama penerapan PPKM Mikro, kata Yoko, operasional pusat perbelanjaan hingga toko maksimal hingga pukul 21.00 WIB. Begitu juga tempat makan dan minum seperti restoran maupun kafe dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat.
"Kegiatan masyarakat menimbulkan kerumunan seperti hajatan, seremonial, resepsi pernikahan, dan lain sebagainya dilarang. Pelaksanaan akad nikah dibatasi undangan 10 orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," pungkasnya. (sda1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




