Hari libur, sendang di Wisata Bektiharjo sepi pengunjung, hanya beberapa orang saja yang tampak.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Roda ekonomi di Wisata Alam Pemandian Bektiharjo milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yang berada di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding semakin lesu.
Banyak pemilik warung yang tutup meski hari libur atau akhir pekan. Padahal sebelum pandemi Covid-19, ketika hari libur dan akhir pekan banyak kios atau warung dipadati pengunjung. Pemilik warung pun sambat atas kondisi tersebut.
BACA JUGA:
- Digugat ke Pengadilan, BNI Cabang Tuban Diduga Alihkan Sertifikat Jaminan Tanpa Persetujuan Pemilik
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
"Ya, sekarang makin sepi. Padahal setiap hari Minggu ramai. Sejak pandemi semakin sepi," ungkap Bu Lik, salah satu pemilik warung saat ditemui, Minggu (21/2).
Sepinya Wisata Pemandian Bektiharjo juga membuat sejumlah pedagang harus memutus kontrak lapak. Terhitung ada 2 warga sekitar yang sudah memutus kontrak lapak dengan Disparbudpora Kabupaten Tuban. Pasalnya, pemasukan yang didapat tidak sebanding dengan nilai sewa lapak yang dinilai sangat mahal.
"Mungkin sepi mas, jadi diputus kontraknya. Kalau lapaknya ada di depan," timpal pedagang lain.
Sejak pandemi Covid-19 jumlah pengunjung di Wisata Pemandian Bektiharjo memang terus menurun. Jika sebelum Covid-19, jumlah pengunjung mencapai ratusan orang setiap akhir pekan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




