Rabu, 21 April 2021 12:04

Motif Pembunuhan di Bangkalan, Pelaku Sakit Hati Pernah Pergoki Korban Selingkuh dengan Ibunya

Jumat, 05 Maret 2021 21:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Subaidah
Motif Pembunuhan di Bangkalan, Pelaku Sakit Hati Pernah Pergoki Korban Selingkuh dengan Ibunya
Kondisi korban saat tergeletak bersimbah darah di depan Indomaret dan di kamar mayat. (foto: ist)

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - WG (18), Warga Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan diduga menjadi pelaku pembunuhan tragis yang terjadi di depan Indomaret Arosbaya, Kamis (4/3/2021) kemarin. Saat ini WG telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja mengatakan, motif pembunuhan terhadap S (52) karena pelaku sakit hati terhadap korban. Pelaku sakit hati karena pernah memergoki korban dan ibu kandungnya berselingkuh, melakukan hal-hal tak senonoh, pada bulan puasa tahun 2020 lalu di saat sang ayah sedang dirawat di rumah sakit.

"Pelaku saat diinterogasi mengakui perbuatannya. Motifnya karena sakit hati pernah melihat korban dan ibunya berselingkuh, di saat ayah sang pelaku sakit di rumah sakit. Itu sekitar bulan puasa tahun lalu," jelas AKP Agus kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

BACA JUGA: Pembunuhan Tragis Kembali Terjadi di Bangkalan, Korban Tewas Hingga Organ Tubuhnya Terlihat

Padahal, dikatakan AKP Agus, korban dan pelaku masih ada ikatan saudara. Di mana korban sering membantu keluarga pelaku. Namun, usai dipergoki selingkuh, pelaku pindah tempat, sehingga keduanya tidak lagi bertemu.

BACA JUGA : 

Pelaksanaan Pilkades Tanah Merah Laok Resmi Ditunda

Meski Banyak Panitia P2KD Mengundurkan Diri, Masyarakat Desa Lomaer Minta Pilkades Tidak Ditunda

Puluhan Warga Desa Patengteng Demo DPMD, Minta TFPKD Verifikasi Ulang Bacakades

Soal Penundaan Pilkades Bangkalan, Ketua TFPKD: Hasil Survei Meminta Tetap Berlangsung 2 Mei 2021

Kemudian, keduanya dipertemukan kembali ketika sang ibu pelaku meminta untuk menemui korban untuk mengambil uang sebesar Rp250 ribu untuk keperluan memperbaiki motor pelaku.

"Terkait peristiwa ini ceritanya ibunya pelaku menyuruh WG menemui S (korban) untuk mengambil uang Rp250 ribu untuk memperbaiki motor pelaku. Nah, karena mungkin sudah lama gak ketemu dan tiba-tiba ibunya nyuruh, langsung dia mengambil celurit di rumah dan menelepon temannya yang masih saudara juga untuk membantu menemani," jelas Agus.

"Jadi niat pelaku sudah ada, karena keduanya sempat ngobrol dulu sebelum dianiaya dengan celurit hingga organ tubuhnya keluar," tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Agus mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku lainnya yang diduga terlibat.

"Karena WG ini sudah mengakui atas perbuatannya dan diduga ada dua pelaku lainnya. Jadi secepatnya, akan kita tindak lanjuti sesuai aturan yang ada," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, WG jadi korban pembunuhan sadis hingga organ tubuhnya keluar. WG ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan Indomaret Arosbaya. (ida/uzi/zar)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...