Ning Lia Tanggapi Pernyataan Wamen HAM soal Penolakan Hukuman Pidana Mati

Ning Lia Tanggapi Pernyataan Wamen HAM soal Penolakan Hukuman Pidana Mati Ning Lia saat pertemuannya dengan Wamen HAM Mugiyanto Sipin.

BANGSAONLINE.com – Senator Lia Istifhama, atau yang akrab dipanggil Ning Lia, menyoroti tanggapan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin soal penolakan hukuman mati.

Ning Lia sepakat dengan apa yang disampaikan Mugiyanto bahwa hukuman mati tidak efektif untuk diterapkan.

“Saya sepakat dengan Bapak Wamen, percuma pidana mati diberlakukan sedangkan dampak dari kejahatan yang ia lakukan menimbulkan trauma mendalam dan seumur hidup,” tegas Ning Lia, Kamis (26/2/2026).

Ia memberikan contoh melalui kasus kejahatan seksual yang mampu merusak masa depan korban, dampak yang timbul bisa berupa stres berkepanjangan hingga panic attack (serangan panik).

Namun demikian, bukan berarti Ning Lia melindungi pelaku kejahatan, dia justru menegaskan bahwa keadilan harus tetap ditegakkan.

“Lebih pada keadilan yang harus ditegakkan. Korban dari kejahatan seksual bukan saja memiliki dampak untuk dirinya sendiri. Namun keluarga mereka juga terdampak, teman-teman mereka juga. Semua akan merasakan kepedihan, kesedihan, dan trauma. Jadi terlalu besar luka yang dibuat pelaku,” jelas Ning Lia.

“Oleh karenanya, saya sangat sepakat jangan hukuman mati. Tapi hukumlah secara setimpal. Misal, hukuman seumur hidup sekaligus kebiri. Kemudian kerja sosial seumur hidup yang harus memiliki dampak besar bagi negara. Meski tentunya seberat apapun hukuman mereka, tidak akan bisa mengimbangi dampak kerugian psikis dan materi bagi korban serta keluarga korban,” imbuhnya.

Ning Lia juga mengutip Pasal 9 UU Nomor 26 tahun 2000 tentang Kejahatan Terhadap Kemanusiaan.

“Dalam Pasal 9 UU Nomor 26 Tahun 2000, diterangkan bahwa hukuman bagi pelaku selain pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. Namun menurut saya, hukuman tersebut juga harus disertai denda dengan nominal yang sangat besar untuk dapat diberikan pada korban ataupun keluarganya,” pungkasnya. (msn)