
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah tokoh di Kabupaten Gresik menggelar deklarasi perkumpulan dengan nama, "Kompak Seduluran Sak Lawase". Deklarasi ini ditandai dengan tasyakuran serta pemotongan 4 tumpeng nasi kuning di salah satu kafe Jalan Panglima Sudirman, Gresik, Rabu (10/3/2021).
Dalam tasyakuran itu hadir sejumlah tokoh di antaranya, Pendiri RGS Moh. Khozin Ma'sum, Ketua DPRD Gresik yang juga Ketua DPC PKB Moch. Abdul Qodir, Ketua DPD Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim, Khamsun (mantan ketua DPD PAN), Muslih Hasyim, Bendahara DPD Golkar Erry Sucahyo, M. Faizin, dan sejumlah tokoh lain.
Moh. Khozin Ma'sum menyatakan, Kompak Seduluran Sak Lawase ini adalah wadah untuk berkumpulnya semua komponen masyarakat yang ingin membangun kokompakan, seduluran dalam membangun Kabupaten Gresik.
"Jadi, wadah perkumpulan Kompak Sedularan Sak Lawase ini untuk sama-sama membangun Gresik Baru," katanya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (10/3/2021).
Menurut Abah Khozin, sapaan akrabnya, perkumpulan ini juga bagian dari penguatan para tokoh masyarakat untuk membantu mewujudkan pemerintahan Gresik Baru menuju perubahan.
"Jadi, perkumpulan ini seperti mengumpulkan balung kececer (tulang berserakan). Agar semuanya bersatu, guyub, rukun, memiliki tujuan sama untuk mewujudkan Gresik Baru Menuju Perubahan," terang Abah Khozin.
Abah Khozin mengingatkan agar perkumpulan Kompak Seduluran Sak Lawase ini tidak dianggap sebagai gerakan untuk menentang pemerintah. "Jadi, Kompak ini didirikan untuk mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk kompak membantu mewujudkan program Nawa Karsa yang diusung Pemerintahan Gresik Baru," terangnya.
"Untuk mewujudkan Gresik Baru, Gresik Perubahan ini harus terwujud. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kekompakan semua pihak," tambahnya.
Untuk itu, Abah Khozin berharap setelah Pilkada 2020 selesai, dan telah dilantiknya Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik, masyarakat Gresik kembali bersatu mendukung bupati dan wakil bupati terpilih.
"Sudah tak ada lagi saling menjelekkan, dan menjatuhkan. Yang merasa kalah jangan nyinyir, dan yang menang jangan over. Pilkada sudah selesai. Mari bersatu mewujudkan Gresik Baru," pungkasnya. (hud/ian)