Penanganan Pasca Bencana di Pasuruan Terkendala Anggaran

Penanganan Pasca Bencana di Pasuruan Terkendala Anggaran Rumah-rumah warga Pulungan yang rusak parah dampak bajir bandang akan direhab Pemkab Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kerusakan infrastruktur di wilayah Kabupaten Pasuruan imbas bencana dipastikan tidak bisa sepenuhnya ditangani oleh pemkab dalam waktu dekat ini. Penanganan infrastruktur itu terkendala alokasi anggaran melalui BTT (biaya tak terduga) yang tidak sebanding dengan jumlah kerusakan.

Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf menuturkan, upaya pemkab sementara ini untuk memperbaiki beberapa infrastruktur yang rusak pasca bencana bersifat kedaruratan. Lantaran anggaran yang disiapkan tidak mencukupi.

“Pemkab mengutamakan penangan kedaruratan dulu. Kalau untuk pembenahan secara pemanen akan dilakukan secara bertahap, lantaran anggaran yang disiapkan dari BTT tidak bisa menangani keseluruhan,” jelas pria yang akrab dipanggil Gus Irsyad ini.

Gus Irsyad menyampaikan, BTT Rp 25 miliar yang disiapkan pada tahun ini tidak mencukupi untuk membenahi seluruh infrastruktur yang rusak. Meski demikian, lanjut Gus Irsyad, Pemkab Pasuruan tidak tinggal diam.

"Upaya lain tetap dilakukan yakni dengan melakukan koordinasi dan pengajuan ke Pemprov Jatim dan pusat untuk ikut andil dalam penanganan, mengingat infrastruktur yang rusak imbas bencana tidak sepenuhnya aset daerah," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Pasuruan menyebabkan beberapa infrastruktur di beberapa kecamatan mengalami kerusakan akibat diterjang banjir dan longsor. Mulai jembatan, jalan, fasum, dan rumah penduduk. (bib/par/ian)