
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Musyawarah Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Muswil KAHMI) Majelis Wilayah (MW) Jawa Timur yang rencananya akan dilaksanakan Mei mendatang merupakan momentum penting bagi alumni HMI untuk melakukan konsolidasi organisasi.
"Muswil KAHMI Jatim kali ini sangat strategis karena dilaksanakan di tengah keprihatinan global yakni pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kita berharap dapat membawa resonansi optimisme ke segenap penjuru Nusantara dan harus menjadi perekat di internal dan eksternal HMI sebagai ajang konsolidasi nasional," tegas Sugiharto, Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur 2004-2006 kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (12/3/2021).
"Muswil KAHMI Jatim ini harus mampu melahirkan ide, konsep, atau gagasan intelektual yang bisa diberikan kepada bangsa. Era pandemi ini diharapkan Muswil KAHMI Jatim juga bisa melahirkan sumbangsih pemikiran cerdas kader-kader HMI," ungkap pria yang juga aktif berkecimpung di dunia jasa konstruksi tersebut.
Totok, sapaan akrab Sugiharto berpesan, Muswil KAHMI MW Jatim ini adalah event yang sangat baik dalam merumuskan agenda-agenda penting ke depan. Oleh karena itu, dia berharap pada semua lini pelaksanaannya wajib mengikuti prosedur protokol kesehatan yang sangat disiplin dan ketat.
"Perlu disampaikan juga bahwa harapan saya muswil kali ini berlangsung tepat waktu dan lebih berkualitas, agar mampu memberi multiplier effect yang baik," paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil KAHMI MW Jatim Akhsanul Yakin Rifat mengatakan bahwa agendanya tidak sekadar muswil, namun juga ada beberapa agenda penting lainnya, selain sarasehan juga akan digelar agenda pemilihan presidium MW KAHMI yang baru.
"Muswil ini digelar pada 28-30 Mei 2021 mendatang. Muswil ini Insya Allah dihadiri Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur, dan ada sejumlah tokoh nasional yang bakal menjadi keynote speaker di sarasehan tersebut," pungkas putra asli Bawean ini.
Sekadar diketahui, selain Muswil KAHMI MW Jatim, juga digelar sarasehan. Sebagai pembicara, yakni Bahlil Lahadalia, S.E., Prof. Achmad Erani Yustika, Ph.D., M. Sarmuji, S.E., M.Si., dan Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dengan tema "Recovery Pembangunan Jawa Timur Pascapandemi". (nf/zar)