Sabtu, 15 Mei 2021 17:31

​Ceramah di Dua PCNU, Kiai Asep: Hidup Pertarungan Dominasi Idealisme

Minggu, 14 Maret 2021 23:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: MMA
​Ceramah di Dua PCNU, Kiai Asep: Hidup Pertarungan Dominasi Idealisme
Kiai Asep memberikan taushiah di PCNU Lombok Tengah.

LOMBOK TENGAH, BANGSAONLINE.com - Memasuki hari ketiga, safari silaturahim Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. di Nusa Tenggara Barat (NTB) makin padat.

Didampingi Dr. Baiq Mulianah, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) NTB, Kiai Asep hadir di beberapa pertemuan para ulama, kiai, dan tuan guru. Bahkan dalam sehari saja, Minggu (14/3/2021), Kiai Asep memberikan taushiah di dua PCNU. Yaitu di Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Lombok Utara dan pertemuan PCNU serta Banom NU Lombok Tengah.

Kiai Asep hadir pada Konfercab PCNU Jumat siang. Dalam acara itu, hadir Bupati Lombok Utara Djohan Syamsu dan Wakil Bupati Danny Carter Febrianto serta Ketua PWNU NTB Prof. Dr. Tgh Masnun.

Acara Konfercab PCNU itu berlangsung di Pondok Pesantren As-Saidiyah di Penjalin Tanjung Lombok Utara.

BACA JUGA : 

Silaturahim dengan MWC se-Mojokerto, Kiai Asep Komitmen Jaga Persatuan Bangsa

​Sowan Kiai Asep Tengah Malam, Wagub Emil Tanya Kenapa Pondoknya Dinamakan Amanatul Ummah

Pindah ke Surabaya, Kiai Asep Bagikan Bingkisan pada Janda, Veteran, dan Warga Siwalankerto

11 Kepala Desa Angkut 11.000 Paket Sedekah Kiai Asep untuk Puluhan Ribu Warganya

Sementara pada sore harinya, Kiai Asep hadir pada pertemuan PCNU Lombok Tengah. Dalam acara yang diikuti juga para Banom, antara lain Pergunu itu, hadir Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bari dan Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah KH Maarif Mukmin.

Bahkan dalam pertemuan di PCNU Lombok Tengah itu, Bupati Pathul Bari memimpin sendiri pertemuan.

Bupati yang kader Ansor dan PMII itu tampak sangat takdzim pada Kiai Asep.

Dalam acara yang berlangsung di Kantor PCNU Lombok Tengah itu, Kiai Asep menegaskan bahwa salah satu arti hidup adalah pertarungan dominasi idealisme. "Idealisme kita Ahlussunnah Waljamaah," tegas putra KH Abdul Chalim, salah satu kiai pendiri NU itu.

Menurut dia, hanya idealisme Ahlussunnah Waljamaah yang akan bisa merealisasikan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran negara dan bangsa Indonesia.

Karena itu kiai miliarder yang dermawan itu minta para kader NU bersatu dan membangun jaringan seluas-luasnya.

Menurut dia, salah satu indikator kemenangan idealisme dalam pertarungan adalah, jika simbol puncak kepemimpinan berada di tangan kita. Misalnya, bupati dan gubernur dijabat kader NU. Bahkan presiden pun harus dijabat kader NU.

"Kalau di Lombok Tengah idealisme kita sudah menang karena bupatinya dijabat kader NU. Tapi di NTB kita masih kalah karena gubernurnya bukan kader kita," kata Kiai Asep.

Ia berharap Gubernur NTB yang akan datang dijabat kader NU. Kiai Asep menyebut Baiq Mulianah sebagai calon Gubernur NTB. Kiai Asep juga menyebut Bupati Lombok Tengah sebagai alternatif.

Sedang untuk calon presiden akan datang, Kiai Asep menyebut Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Maka untuk mewujudkan itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ini minta Pergunu terus mendirikan cabang dan PAC tingkat kecamatan di seluruh Indonesia. (mma/ian)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...