Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Foto: MMA/ BANGSAONLINE.COM
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., mengaku sangat mendukung vaksinasi yang sedang gencar dilakukan pemerintah. Tapi ia menolak penggunaan vaksin AstraZeneca. Ia bahkan minta pemerintah tidak mendistribusikan vaksin AstraZeneca pada pondok pesantren.
Alasannya, produksi vaksin asal Inggris itu diketahui melalui proses penggunaan tripsin babi.
BACA JUGA:
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
- Ingin Doa Kita Terkabul dan Banyak Rezeki? Berdoalah pada Jumat, Ini Teks Doanya
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
Ia sepakat dengan keputusan komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menghukumi Vaksin AstraZeneca haraman mubahan liddlarurat (haram tapi boleh digunakan karena darurat).
“Tapi kalau kondisinya sudah tak darurat tak boleh digunakan. Karena itu pemerintah harus mengupayakan vaksin yang halal,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, jika pemerintah terlanjur membeli vaksin AstraZeneca, distribusikan saja pada masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah lain yang mayoritas non muslim yang tak mengharamkan babi.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu mengaku tak sejalan dengan Ketua MUI Jatim KH. Hasan Mutawakkil Alallah yang menyatakan vaksin AstraZeneca halalan thayyiban. Menurut dia, fatwa itu tak benar karena hanya menggunakan dasar istihalah (perubahan bentuk) dan ihlak (penghancuran). Dalam pandangan MUI Jatim, tripsin pangkreas babi dalam proses produksi vaksin AstraZeneca tidak najis karena sudah berubah bentuk.
Menurut Kiai Asep, dalam pandangan mereka istihalah disamakan dengan ihlak, tidak ada nilai-nilai babinya. Tapi alasan itu tak kuat. “Istihalah dan ihlak tertangkal oleh intifak,” tegas kiai ahli matematika dan ilmu pengetahuan alam itu. “Artinya, bisa menjadi vaksin karena ada tripsin pangkreas babinya,” kata Kiai Asep kepada wartawan di Guest House Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Sabtu (28/3/2021) .
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




