Senin, 17 Mei 2021 22:57

​Berikut Ini PAD Pemkab Trenggalek dari Pertambangan Bukan Logam Tiga Tahun Terakhir

Kamis, 01 April 2021 18:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
​Berikut Ini PAD Pemkab Trenggalek dari Pertambangan Bukan Logam Tiga Tahun Terakhir
Ilustrasi

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Dalam satu bulan terakhir ini, masyarakat Kabupaten Trenggalek ramai memperbincangkan rencana penambangan emas oleh PT SMN (Sumber Mineral Nusantara). Ada yang pro, ada pula yang menolak.

Berikut ini data pendapatan daerah yang diperoleh dari sektor pertambangan dalam tiga tahun ke belakang bagi Pemkab Trenggalek.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten Trenggalek Agus Yahya mengatakan bahwa pendapatan pajak mineral bukan logam dan batuan di tahun 2018 adalah Rp 1.111.363.703.

Selanjutnya pada tahun 2019 sedikit mengalami kenaikan yakni Rp 1.176.451.743. kemudian pada tahun 2020 mengalami penurunan pendapatan yakni Rp 745.057.643.

BACA JUGA : 

Program Insentif Rp200 Ribu untuk Keluarga Sehat Tuai Pertanyaan Wakil Ketua DPRD Trenggalek

Keluarga Sehat di Trenggalek Bakal Dapat Insentif 200 Ribu Tiap Bulan, Mau? Simak Syaratnya

Libur Idulfitri, Pemkab Trenggalek Terapkan Pembatasan Jumlah Pengunjung Wisata

Bupati Arifin Minta Warga Trenggalek di Luaran untuk Tunda Mudik Lebaran

"Jadi, pendapatan pajak mineral bukan logam itu berasal dari sembilan item yaitu batu kapur, fieldpar, tanah liat, marmer, pasir dan batu, batu andesit, batu belah, batu pecah, mineral bukan logam dan batuan lainnya," terang Agus, Kamis (1/4).

Lebih rinci Agus mebeberkan pendapatan per tahun Pemkab Trenggalek dari hasil pertambangan tersebut. Yang pertama, pendapatan Pemkab Trenggalek dari batu kapur di tahun 2018 adalah Rp 47.000, selanjutnya di tahun 2019 menjadi Rp 94.700, kemudian di tahun 2020 zero.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari fieldpar di tahun 2018 adalah Rp 146.831.288, tahun 2019 sebesar Rp 152.791.076, dan tahun 2020 mengalami penurunan senilai Rp 94.220.600.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari tanah liat di tahun 2018 adalah Rp 245.856.590, kemudian pada tahun 2019 senilai Rp 257.874.567, dan pada tahun 2020 mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp 213.357.693.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari marmer di tahun 2018 adalah Rp 7.837.500, selanjutnya pada tahun 2019 menurun menjadi Rp 5.637.000, dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan yakni Rp 12.025.000.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari pasir dan batu di tahun 2018 adalah Rp 314.936.300, kemudian pada tahun 2019 sedikit mengalami kenaikan menjadi Rp 366.133.900, dan pada tahun 2020 menurun menjadi Rp 213.263.700.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari batu andesit di tahun 2018 adalah Rp 53.118.075, selanjutnya di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi Rp 4.353.750, dan di tahun 2020 senilai Rp 4.728.750.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari batu belah di tahun 2018 adalah Rp 229.864.700, kemudian di tahun 2019 meningkat menjadi Rp 281.685.100, dan pada tahun 2020 menurun menjadi Rp 139.674.200.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari batu pecah di tahun 2018 adalah Rp 111.668.500, selanjutnya di tahun 2019 menurun menjadi Rp 107.540.400 dan di tahun 2020 kembali mengalami penurunan menjadi Rp 64.090.200.

Pendapatan Pemkab Trenggalek dari mineral bukan logam dan batuan lainnya di tahun 2018 adalah Rp 1.203.750 dan pada tahun 2019 menurun menjadi Rp 341.250, dan pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp 697.500. (man/ian)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Senin, 17 Mei 2021 18:27 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Munculnya buzzer dan influencer dalam media sosial (medsos) mengungkap realitas sosial keagamaan secara telanjang. Fenomena ini terlihat dari konten atau narasi yang diproduksi para buzzer dan influencer. Umpatan kasar...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...