Hai Molabama, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pilkades Serentak Kabupaten Bangkalan 2021 dinilai oleh dewan sebagai pilkades paling berantakan dan amburadul dibandingkan dengan pilkades sebelum-sebelumnya.
Hal ini disampaikan Hai Molabama, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan saat ditemui di kantor DPRD setempat, Rabu (14/4/2021).
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Rokok Ilegal Senilai Rp900 Juta Dimusnahkan Lanal Batuporon dan Bea Cukai di Bangkalan
- Aksi Mahasiswa di Bangkalan Soroti Infrastruktur dan Layanan Publik
- Kasus Penyekapan Viral di Bangkalan Bermula dari Jombang
"Pilkades tahun ini adalah pilkades yang paling amburadul yang saya tahu, dibandingkan tiga gelombang sebelumnya. Karena, perbup tidak disusun dengan baik. Sehingga banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat," cetusnya.
Bahkan, Hai mengatakan, dewan tidak pernah diajak koordinasi terkait sosialisasi perbup hingga tahapan pemilihan kepala desa berjalan dan pemilihan akan digelar pada 2 Mei mendatang.
"Tidak ada sosialisasi, masyarakat tidak tahu perbup itu. Bahkan saya saja sebagai anggota dewan tidak mengetahui. Tiba-tiba ada saja," ungkapnya.
Karena itu, ia menyayangkan kinerja Tim Fasilitator Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) karena tak melakukan koordinasi dengan Komisi A maupun Forkopimda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




