Minggu, 01 Agustus 2021 04:24

Soal THR, Kadin Jatim Berharap Semua Pihak Bisa Memahami

Rabu, 14 April 2021 19:33 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Soal THR, Kadin Jatim Berharap Semua Pihak Bisa Memahami
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kadin Jatim menyatakan mendukung sepenuhnya keinginan pemerintah agar pengusaha memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada karyawannya secara penuh.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto, menyikapi keputusan Kadin Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh asosiasi dan pengusaha yang menjadi anggota Kadin Jatim untuk melaksanakan keputusan tersebut. Karena THR adalah hak karyawan yang harus dipenuhi oleh pengusaha.

"Jadi pertama-tama yang perlu dipahami bersama, bahwa THR itu memang kewajiban pengusaha. Pengusaha sangatlah senang ketika bisa memberikan THR kepada semua karyawannya dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu (14/4/2021).

BACA JUGA : 

Bantu Produk Tembus Pasar Internasional, Gubernur Khofifah Launching Rumah Kurasi di Kota Kediri

Khofifah Launching Rumah Kurasi di Kediri untuk Peningkatan Kualitas Ekspor Produk UMKM

Hambat Laju Ekonomi, ​Pengusaha Keluhkan Penutupan Akses di Sejumlah Daerah Selama PPKM Darurat

Soal Wacana Perpanjangan PPKM Darurat Hingga 6 Minggu, Kadin Jatim: Ini Sangat Berat!

Hanya saja, lanjut Adik, yang perlu diketahui dan pahami juga adalah bahwa saat ini, dengan pemberlakuan PPKM Mikro tentunya produksi juga belum maksimal. Sehingga, juga berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan.

Namun di sisi lain, kebijakan pemerintah juga harus ditaati pengusaha. "Kalau pengusaha melanggar aturan itu tentunya bisa dikenakan saksi baik sanksi administrasi maupun pidana," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, maka Kadin Jatim berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel, khususnya untuk perusahaan yang belum bisa berjalan normal. Apalagi mereka adalah perusahaan-perusahaan skala mikro kecil yang tengah berupaya bertahan hidup di tengah impitan pandemi.

"Kalau perusahaan yang selama ini sudah berjalan normal ini tidak menjadi masalah, tapi bagi perusahaan yang sangat terdampak terhadap kebijakan pembatasan tersebut, mereka pasti sangat kesulitan karena untuk bertahan di masa pandemi saja mereka sudah syukur. Untuk itu, kami berharap semua bisa memahami. Bagi perusahaan yang mampu memberikan THR penuh, tolong berikan hak karyawan. Tetapi bagi perusahaan yang masih terseok, tolong beri keringanan," pungkas Adik. (nf/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...