Minggu, 09 Mei 2021 07:39

Ucapan Selamat Ramadan di Grup WhatsApp dan di Zaman Kanjeng Nabi

Jumat, 16 April 2021 09:41 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Ucapan Selamat Ramadan di Grup WhatsApp dan di Zaman Kanjeng Nabi
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya.

Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] untuk dua minggu ke depan. Pertanyaan akan diseleksi dan yang sama akan digabungkan. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb. Awal bulan Ramadan biasanya selalu marak ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan saling meminta maaf di WA group saya. Apakah tradisi itu ada di zaman kanjeng nabi dulu. Kadang saya merasa berlebihan. Terima kasih atas jawabannya

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab: Gaji Bulanan, Mobil, Motor, Rumah Apa Wajib Zakat?

Tanya-Jawab: Zakat Saya Ganti dengan Uang, Bagaimana Aturannya?

Iktikaf di Makam Sunan, Boleh Apa Syirik?

Tanya-Jawab Puasa: Pahala Salat Tarawih Setara Salat Wajib

Aulia - Sidoarjo

Jawaban:

Waalaikummusalam wr.wb. Tradisi "ucapan selamat menjalalankan ibadah puasa Ramadan" di antara sesama muslim, bahkan dilakukan oleh saudara-saudara kita yang non muslim itu berangkat dari kebahagiaan, karena Allah dan RasulNya menjanjikan pahala yang besar dan pengampunan dosa. Mengingat ekspresi yang dituangkan dalam ucapan atau tulisan itu mengandung doa kebaikan dan menjadi sarana silaturahim, maka tradisi demikian --secara Fikih-- bisa diberi hukum mubah (boleh). Sedang doa dan meminta maafnya berkonotasi hukum dianjurkan (sunnah).

Secara sosiologis, tradisi ini berkembang menggunakan sarana sesuai perkembangan teknologi. Mulai ucapan langsung, tulisan di koran, TV, telepon WA, FB, dan media sosial yang lain. Kondisi ini, sebaiknya kita terima sebagai yang membahagiakan. Karena tradsi ini membawa kebaikan. Kebenaran berdasar tradisi -- menurut kaidah Fikih itu setara dengan kebenaran berdasar dalil teks (nash).

Atas dasar pemikiran di atas, Imam Ibn Rajab, seorang ulama dari mazhab Hanbal dalam kitabnya: Lathaif al-Ma'arif mengemukakan bahwa Rasulullah saw biasa mengemukakan kabar gembira kepada para sahabatnya berkenaan datangnya bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa embrio tradisi ucapan selamat berpuasa Ramadan seperti yang bapak tanyakan itu sudah ada sejak masa Rasulullah saw. Jadi tidak heran, jika pada era modern, tradisi ini menjadi marak sesuai sarana teknologi yang digunakan. Sebagai muslim dan sebagai umat manusia, kita ingin menebarkan kebahagian itu ke seluruh dunia. Wallahu a'lam.

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...