Sabtu, 08 Mei 2021 20:35

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Selasa, 04 Mei 2021 01:32 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren
Para alumni Ponpes Tebuireng saat foto bersama. Tampak Gus Irfan bersama Ning Lia Istifhama berada di tengah-tengah.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - KH. Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan keprihatinan terhadap salah seorang santri Mbah Moen, Achmad Agus Imam Sobirin, yang gagal dilantik menjadi perangkat desa di Blora, gara-gara ijazahnya pesantren.

"Kasus seperti ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, seorang kader potensial yang merupakan santri di Lumajang, gagal menjadi calon legislatif karena ijazah pesantren. Padahal beliau merupakan keturunan Raja Lumajang dan memiliki track record sangat bagus," kenangnya dalam acara buka puasa bersama (bukber) santri alumni Tebuireng di Hotel Pesonna Surabaya, Senin (3/5).

"Hal ini disayangkan, mengingat saat kita bicara character building, bicara moral yang bagus, maka seharusnya pesantren yang menjadi rujukan. Karena pendidikan dalam pesantren sangat mengedepankan moral yang bagus bagi para santrinya. Jadi, jangan sampai kelak para calon pemimpin bangsa ini, tidak memiliki moral seorang pemimpin," ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Irfan --sapaannya- menyampaikan terkait pentingnya sustainability pesantren. Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga cucu pendiri NU yang merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim tersebut, mendorong santri untuk mengambil peran dalam politik praktis dan pengembangan diri sebagai bagian dari basis pesantren.

BACA JUGA : 

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

​Cucu Hadratussyaikh Ini Minta Pemerintah Waspadai Radikal Kiri dalam Kasus Kamus Sejarah Indonesia

Kemendikbud Ceroboh, Pesantren Tebuireng Desak Minta Maaf dan Tarik Naskah Kamus Sejarah Indonesia

Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Sinar, Santri di Jombang Jajal Perpanjang SIM, Cukup Hitungan Menit

"Semuanya harus mampu mengambil peran dan peluang agar posisi pesantren semakin kuat," ujarnya di hadapan para alumni.

Acara diskusi terbatas tersebut berlangsung cukup komunikatif dengan moderator Gus Yusuf Hidayat. Beberapa pemerhati pendidikan pesantren hadir dalam forum tersebut, di antaranya Gus Wachid, Gus Ahmad Abdul Aziz (ajudan Gus Irfan Yusuf), Lia Istifhama, advokat Sholeh, Gus Mahbub, Gus Anshori Sahe, Gus Darwis Sulaiman, dan sebagainya. Para peserta dalam forum tersebut mayoritas merupakan alumni Tebuireng perwakilan dari kota/kabupaten se-Jatim. (afa/ian)

Awal Mula Tarawih Cepat di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan
Jumat, 07 Mei 2021 23:44 WIB
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ada fenomena yang selalu viral setiap Bulan Ramadan, yakni Salat Tarawih Cepat. Jika di Indramayu ada pesantren yang menuntaskan salat tarawih 23 rakaat dalam durasi hanya 6 menit, di Bangkalan juga ada pesantren ya...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...