Minggu, 01 Agustus 2021 05:33

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Selasa, 04 Mei 2021 01:32 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren
Para alumni Ponpes Tebuireng saat foto bersama. Tampak Gus Irfan bersama Ning Lia Istifhama berada di tengah-tengah.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - KH. Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan keprihatinan terhadap salah seorang santri Mbah Moen, Achmad Agus Imam Sobirin, yang gagal dilantik menjadi perangkat desa di Blora, gara-gara ijazahnya pesantren.

"Kasus seperti ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, seorang kader potensial yang merupakan santri di Lumajang, gagal menjadi calon legislatif karena ijazah pesantren. Padahal beliau merupakan keturunan Raja Lumajang dan memiliki track record sangat bagus," kenangnya dalam acara buka puasa bersama (bukber) santri alumni Tebuireng di Hotel Pesonna Surabaya, Senin (3/5).

"Hal ini disayangkan, mengingat saat kita bicara character building, bicara moral yang bagus, maka seharusnya pesantren yang menjadi rujukan. Karena pendidikan dalam pesantren sangat mengedepankan moral yang bagus bagi para santrinya. Jadi, jangan sampai kelak para calon pemimpin bangsa ini, tidak memiliki moral seorang pemimpin," ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Irfan --sapaannya- menyampaikan terkait pentingnya sustainability pesantren. Wakil Ketua Umum Gerindra yang juga cucu pendiri NU yang merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim tersebut, mendorong santri untuk mengambil peran dalam politik praktis dan pengembangan diri sebagai bagian dari basis pesantren.

BACA JUGA : 

​Wafat Usai Salat Tahajud, Dr Miftah Dipersiapkan Gus Sholah sebagai Rektor Unhasy Tebuireng

Diunggah Gubernur Khofifah, Masyaallah! Inilah Riyadlah Hadratussyaikh untuk Kelahiran Pancasila

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

​Cucu Hadratussyaikh Ini Minta Pemerintah Waspadai Radikal Kiri dalam Kasus Kamus Sejarah Indonesia

"Semuanya harus mampu mengambil peran dan peluang agar posisi pesantren semakin kuat," ujarnya di hadapan para alumni.

Acara diskusi terbatas tersebut berlangsung cukup komunikatif dengan moderator Gus Yusuf Hidayat. Beberapa pemerhati pendidikan pesantren hadir dalam forum tersebut, di antaranya Gus Wachid, Gus Ahmad Abdul Aziz (ajudan Gus Irfan Yusuf), Lia Istifhama, advokat Sholeh, Gus Mahbub, Gus Anshori Sahe, Gus Darwis Sulaiman, dan sebagainya. Para peserta dalam forum tersebut mayoritas merupakan alumni Tebuireng perwakilan dari kota/kabupaten se-Jatim. (afa/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...