Panji Taufik, Ketua PCNU Sumenep.
SUMENEP (BangsaOnline) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengaku heran dengan kecenderungan panitia Muktamar NU yang mulai tercerabut dari akar pesantren.
“Kok yang diekspose beaya yang Rp 15 M,” kata KH Panji Taufiq,
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
Ketua Tanfidziah PCNU Sumenep kepada BangsaOnline.com, Kamis (26/2/2025). Padahal, tegas Kiai Panji, warga NU berharap Muktamar NU tak perlu beaya besar tapi menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memberi kemaslahatan kepada bangsa. Sebab NU itu tempat berkhidmat warga NU sehingga perlu swadaya secara murni.
“Ini kok kayak EO (event organizer – red) saja,” kata Kiai Panji, “Kalau EO kan memang orientasinya bisnis, cari untung. Kalau NU kan untuk kepentingan bangsa, jadi harus swadaya,” kata Kiai Panji.
Meski demikian Kiai Panji tak mau terus terang, apakah yang dipersoalkan itu pernyataan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menyatakan beaya Muktamar NU ke-33 di Jombang akan menghabiskan Rp 15 miliar.
Seperti diberitakan berbagai media, Gus Ipul selaku ketua panitia daerah Muktamar NU kepada pers menyatakan bahwa Muktamar NU ke-33 yang akan digelar di Jombang pada 1 sampai 5 Agustus mendatang menelan beaya Rp 15 miliar. Ia mengatakan, muktamar NU akan disulap sebagai event internasional. Ia berharap kegiatan lima tahunan kaum nahdliyin tersebut akan menarik minat wisatawan religi datang ke Jatim. Baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing.
"Makanya pelaksanaan dan kegiatan muktamar akan dikemas sedemikian rupa agar menarik, serta berstandar internasional," ujarnya, Jumat (13/2/2015).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




