Senin, 02 Agustus 2021 21:35

Jalan Ditutup, Pembongkaran 36 Stan dan Bangunan di Raya Darmo Indah Dijaga Ketat Petugas

Selasa, 15 Juni 2021 15:03 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Jalan Ditutup, Pembongkaran 36 Stan dan Bangunan di Raya Darmo Indah Dijaga Ketat Petugas
Sebanyak 36 stan dan bangunan di sepanjang Jalan Raya Darmo Indah mulai dibongkar dan diratakan dengan tanah oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 36 stan dan bangunan di sepanjang Jalan Raya Darmo Indah mulai dibongkar dan diratakan dengan tanah oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggunakan sejumlah alat berat. Jalur tersebut ditutup total dengan penjagaan ketat dari aparat gabungan kepolisian dan Satpol PP.

Uniknya, dari sekian stan dan bangunan yang sudah diratakan, ada empat bangunan dengan dua pemilik dibiarkan tidak dibongkar, sedangkan stan dan bangunan lainnya sudah dibongkar menggunakan ekskavator dan bego.

"Karena mereka memiliki surat perizinan bangunan, jadi nanti di-appraisal dahulu. Lah kalau dibongkar mereka menentukan nilainya dari mana," ujar Djatmiko Oetomo, Lurah Tandes, Selasa (15/6/2021).

Sementara itu, menurut salah satu pemilik stan dan bangunan yang belum dibongkar, dirinya membenarkan hal tersebut lantaran masih menunggu bentuk putusan appraisal dari pihak kecamatan.

BACA JUGA : 

Wali Kota Eri Berikan Kaki Palsu untuk Dua Warga Difabel

Sambut HUT ke-76 RI, Wali Kota Eri Imbau Warga Kibarkan Bendera Sebulan Penuh

Bantu Tangani Covid-19, Sejumlah Perusahaan Salurkan Bantuan untuk Pemkot Surabaya

Sepi Peminat, Pendaftaran Calon Direksi PDAM Surya Sembada Diperpanjang 3 Minggu

"Kami tidak menghalangi pembongkaran, ya di-appraisal dahulu lah, karena saya mengantongi surat izin pembangunannya. Silakan nanti dibongkar setelah jelas dan pasti appraisal-nya," ujarnya sambil mewanti-wanti untuk tak menyebut namanya.

Sekadar diketahui, 36 stan dan bangunan itu sebagian juga ditempati penghuninya dan sebagian stan berupa toko kelontong, mebel, warung kopi, makanan dan minuman (mamin), serta bengkel las.

Pembongkaran itu sendiri sudah melalui proses yang panjang dan dialog, namun tidak pernah ada kata mufakat. Pembongkaran seharusnya dilakukan sehabis Idulfitri namun diundur dan bisa terealisasi di awal Juni ini. (nf/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...