Kamis, 29 Juli 2021 05:13

Dishub Surabaya Mulai Terapkan Pembayaran Digital di Sejumlah Titik Parkir

Jumat, 18 Juni 2021 18:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Dishub Surabaya Mulai Terapkan Pembayaran Digital di Sejumlah Titik Parkir
Kadishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat saat melayani langsung pembayaran parkir dengan fitur QRIS di sekitar Balai Kota Surabaya, Jumat (18/6/2021).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkot Surabaya terus mengembangkan pembayaran digital di sejumlah titik parkir.

Setelah sebelumnya menerapkan financial teknologi atau pembayaran secara cashless di parkir gedung, kini Dishub Surabaya mulai melakukan sosialisasi pembayaran retribusi parkir dengan fitur Qris di Parkir Meter Tepi Jalan Umum (TJU).

Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat di sekitar Balai Kota Surabaya, Jumat (18/6/2021). Ia bersama jajaran Dishub Surabaya memberikan pemahaman kepada warga yang parkir di Jalan Sedap Malam atau sisi timur Balai Kota Surabaya.

Kemudian, Sabtu (19/6/2021) besok, sosialisasi pembayaran retribusi parkir dengan Qris ini akan dilakukan di Taman Bungkul.

BACA JUGA : 

Mulai Hari Ini, Rumah Sehat Surabaya untuk Warga Isoman Resmi Beroperasi

Ikhtiar Tangani Covid-19, Berbagai Perusahaan Kumpulkan Bantuan di Balai Kota Surabaya

Gotong Royong Lindungi Warga, Sejumlah RW di Surabaya Siapkan Ruang Isoman

Efek Tambah RS Baru, BOR Rumah Sakit di Kota Surabaya Turun 7 Persen

Ia menjelaskan keunggulan dari pembayaran keuangan digital atau dompet digital ini masyarakat tidak harus bersentuhan langsung dengan alat pembayaran, seperti uang tunai yang saat ini menjadi salah satu sumber penularan Covid-19. Selain itu, masyarakat juga sangat dimudahkan karena hampir pasti semua masyarakat saat ini sudah memiliki smartphone, sehingga tinggal scan barcode tanpa menggunakan karcis parkir.

“Ini tidak menggunakan karcis parkir, dan kalau memang dibutuhkan, petugas kami siap memberikan bukti trasaksinya. Kami siap menawarkan atau menerima pembayaran secara cashless sesuai mobile banking atau fintech yang dimiliki oleh pengguna parkir,” kata dia.

Pembayaran retribusi parkir dengan Qris ini tentu semakin menambah pilihan pembayaran secara digital atau elektronik di Surabaya. Sebab, di sekitar Balai Kota Surabaya, selama ini sudah menggunakan uang elektronik pada alat parkir meter. “Dengan pembayaran cashless, kita tidak harus sibuk lagi dengan kembalian pembayaran,” tegasnya.

Alur transaksi pembayaran retribusi parkir menggunakan fitur Qris, awalnya pengguna jasa parkir memarkirkan kendaraannya dan melakukan pembayaran parkir dengan fitur Qris. Lalu petugas memilih klasifikasi hingga retribusi parkir berdasarkan jenis kendaraan bermotor pada aplikasi Qris di handphone dan menekan opsi cetak Qris.

Selanjutnya, aplikasi akan otomatis mengeluarkan QR-Code sesuai klasifikasi tarif, kemudian pengguna jasa parkir melakukan scan QR-Code untuk persetujuan pembayaran. Setelah itu, aplikasi Qris pada android akan mencetak karcis dengan terlebih dahulu mengoneksikan android dengan bluetooth printer.

“Selain dua lokasi itu, rencana ke depan akan kami terapkan di semua parkir TJU. Tentunya tepi jalan yang potensial dari sisi turn over-nya, dari sisi banyaknya pengguna jasa parkir, dan juga memang jukir di situ layak dibekali dengan peralatan QR-Code atau reader QR,” tegasnya. (dra/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...