Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Setelah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tuban, pasangan Aditya Halindra Faridzky - Riyadi mulai menyusun program prioritas di awal masa kepemimpinannya.
Bidang pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan menjadi program prioritas dalam upaya pembangunan Kabupaten Tuban.
BACA JUGA:
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
Penyusunan perencanaan telah dirumuskan bersama instansi terkait, termasuk mematangkan konsep dan alokasi anggaran.
Lindra -sapaan Bupati Tuban- menegaskan, akan segera turun ke desa mengetahui kondisi jalan secara riil di lapangan. Dengan begitu, dapat menetapkan skala prioritas pembangunan jalan dengan mempertimbangkan status jalan baik, sedang, dan rusak.
“Peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu program prioritas dan menjadi kebutuhan masyarakat Tuban saat ini,” ungkapnya, Kamis (24/06/2021).
Selain infrastruktur jalan, Lindra juga berkomitmen menanggulangi bencana banjir yang acap kali melanda di beberapa desa, terutama di tepian sungai Bengawan Solo, dan Kali Kening. Peningkatan mutu pendidikan juga menjadi fokusnya, dengan meningkatkan sarana prasarana yang representatif.
"Perlu adanya pengelolaan anggaran guna menyediakan penyelenggaraan pendidikan yang tidak membebani wali siswa karena biaya tambahan dari pungutan maupun iuran. Pemkab Tuban harus bisa menyediakan pendidikan yang bermutu, dan tidak memberatkan orangtua karena biaya,” ungkapnya.
Sedangkan di bidang kesehatan, Pemkab Tuban akan membangun ruang persalinan dan kelengkapannya di 15 puskesmas, dan ruang pemeriksaan di 28 puskemas. Juga dilakukan peningkatan dan perawatan infrastruktur kesehatan lain di 33 puskesmas.
"Tersedianya ruang bersalin yang representatif akan menekan angka kematian ibu dan bayi. Sekaligus perwujudan peningkatan kualitas kesehatan dan pengembangan sumberdaya manusia," tutupnya. (gun)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




