Joko Sarwono,Wabup Tuban
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menjaga fluktuasi harga pangan tetap dalam batas wajar karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Ia menambahkan, pemantauan harga bahan pokok harus dilakukan secara ketat agar tidak terjadi kenaikan yang tidak terkendali. Menurutnya, lonjakan harga pangan akan berdampak langsung pada kemampuan ekonomi warga.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
- Polemik Survei di Tuban, Wagub Jatim Minta Sinkronisasi Data Kemiskinan BPS dan Pemkab
"Harga bahan pokok ini jangan sampai naik, sehingga bisa mempengaruhi daya beli masyarakat. Kita harus pastikan rantai pasok dari produsen hingga konsumen tetap lancar dan tidak ada hambatan yang memicu kenaikan harga," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Selain pemantauan rutin, Pemkab Tuban melalui dinas terkait juga akan mengoptimalkan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Joko menjelaskan, intervensi pasar akan dilakukan jika terdapat komoditas yang mengalami kelangkaan atau kenaikan harga di luar batas kewajaran.
"Hal ini dilakukan demi memastikan masyarakat tetap dapat menjangkau kebutuhan pangan berkualitas dengan harga terjangkau," cetusnya.
Pemerintah daerah turut mengimbau pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan yang dapat mengganggu stabilitas pasar. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kondisi ekonomi tetap kondusif.
"Kestabilan harga adalah prioritas kita bersama. Dengan pasokan yang aman dan harga yang terkendali, kita dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




