Senin, 02 Agustus 2021 22:41

Tangkal Wabah Corona, Takmir Masjid di Sumenep Doa Bersama Tiup Kepala Kambing

Kamis, 08 Juli 2021 11:28 WIB
Editor: Tim
Tangkal Wabah Corona, Takmir Masjid di Sumenep Doa Bersama Tiup Kepala Kambing
Warga meniup kambing di Masjid Al Istikmal, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep Madura, Kamis (8/7/2021). foto: Agus Salimullah/ Bangsaonline.com

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Meluasnya penyebaran Covid-19 di tanah air, termasuk di Pulau Madura, disikapi serius jajaran pengurus Takmir Masjid Al Istikmal, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep dengan menggelar doa bersama dan penyembelihan kambing jantan di area masjid setempat.

Ketua Takmir Masjid Al Istikmal, H. Fathorrohman mengungkapkan, dasar disepakatinya kegiatan ini karena mengacu dari keterangan Imam Assyuti dalam kitabnya Ar Rohmah. Menurutnya, bahwasanya di zaman Nabi Isa, sekitar sepertiga dari separuh umat Nabi Isa terkena wabah dengan kematian sebanyak 16 ribu orang per harinya.

"Jadi doa bersama ini digelar untuk keselamatan bersama. Semoga kita terhindar dari wabah Covid-19 maupun dari tha'un seperti di zaman Nabi Isa," ujar H. Fathorrahman kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (8/7).

Setelah diketahui ada wabah tha'un di zaman Nabi Isa, Rasulullah langsung bersujud kepada Allah dan bertanya apakah umatnya akan mengalami nasib serupa dengan umat Nabi Isa. Kemudian Allah melalui Malaikat Jibril memberi tahu Rasulullah bahwa umatnya tidak akan ditimpakan wabah serupa dan disarankan membaca doa khusus dan meniupkannya di kepala hewan jantan yang akan disembelih. 

BACA JUGA : 

Satlantas Polres Sumenep Kerja Bareng Dishub Cek Kelaikan Bus

Jangan Takut Tapi Jangan Sombong, Dalam Sejarah Islam Pernah Terjadi Wabah Tha’un

ASN Pemkab Sumenep Salurkan Beras 18 Ton Lebih ke Masyarakat Terdampak PPKM

Bentuk Tim Tracer, Kapolresta Banyuwangi: Ini Tugas Tak Ringan yang Harus Dijalankan

"Khusus di Masjid Al Istikmal, berdasarkan ketersediaan dana yang ada, maka hasilnya cukup membeli dua ekor kambing," terang Fathorrahman.

Menurut Fathorrahman, agar terhindar dari wabah tha'un ini, warga wajib mengonsumsi daging hewan yang sudah didoakan dan disembelih walau dengan porsi yang tidak banyak.

"Sifatnya wajib mengonsumsi walaupun tidak boleh makan daging kambing. Tapi dengan porsi sedikit," pungkasnya.

Doa bersama dipimpin langsung Ustadz Dr. Durhan, Sekretaris Takmir Masjid Al Istikmal. Usai doa bersama, para peserta meniup kepala masing-masing hewan yang akan disembelih. Sebagian warga yang tidak suka dengan daging kambing, membawa hewan ternak ayam untuk didoakan dan disembelih di rumah. (asa)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...