Senin, 02 Agustus 2021 21:55

Bakal ​Sidang 21 Juli di PN Surabaya, Pebasket Dimaz Ikhlas CLS Tak Cabut Gugatan

Minggu, 18 Juli 2021 18:41 WIB
Editor: Tim
Bakal ​Sidang  21 Juli di PN Surabaya, Pebasket Dimaz Ikhlas CLS Tak Cabut Gugatan
Dimaz Muharri. foto: jpnn

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dimaz Muharri, salah satu mantan pemain basket terbaik Indonesia yang saat ini sedang menerima gugatan dari CLS Knights, mengaku ikhlas apabila klub terdahulunya itu mau terus melanjutkan gugatan. Hal ini dikarenakan kuasa hukum Dimaz, Antonius Youngky Adrianto meyakini berbagai upaya sudah dilakukan sejak awal somasi dikirimkan, namun CLS Knights hingga saat ini masih belum tampak berniat mencabut gugatan.

“Saya sudah mendampingi Klien kami Dimaz sejak sebelum gugatan dimasukkan. Dari awal, kami sepakat untuk memprioritaskan jalur kekeluargaan. Saya tahu betul Dimaz sudah mencoba mengontak orang-orang penting CLS Knights, namun hasilnya seperti yang bisa kita lihat sekarang, gugatan tetap berlanjut,” ujar Youngky.

“Secara formal pun, upaya sudah kami lakukan pada tahap mediasi di proses awal peradilan. Namun, ketika kami membuka diri untuk mediasi, pihak CLS Knights bersikeras melanjutkan gugatan. Padahal niatan kami baik karena kami paham gugatan ini lemah. Tapi mau bagaimana lagi. Jadi, kalau ada yang bilang CLS Knights dari awal ingin mendorong jalur mediasi, saya memohon sekali agar fakta jangan dibolak-balik,” ujar Youngky.

Dimaz menyatakan, “Sebagai warga negara yang taat hukum, saat ini, yang bisa saya lakukan adalah mengikuti jalur hukum yang dipilih CLS Knights. Walau saya yakin orang yang kenal saya tahu, saya ini selalu ingin hidup damai, tidak pernah ingin cari musuh. Tapi sebagai tergugat, saya bisa apa selain membela kebenaran diri di jalur hukum. Mohon izinkan saya untuk memperjuangkan fakta bahwa saya tidak salah,” jelasnya.

BACA JUGA : 

Digugat CLS Knights di PN Surabaya, ​Ini Surat Terbuka Pebasket Dimaz Muharri

Seri Komik Basket Pertama Indonesia Terbit, Dua Chapter Tersedia Hari ini di DBL Play

Prokes Ketat DBL di Mataram, Pemain Wajib Swab Tiga Jam Sebelum Tanding

​Dispora Pamekasan Gelar Pelatihan Peningkatan Mutu Pelatih Perbasi

“Yang saya khawatirkan, gugatan ini dilayangkan hanya untuk menunjukkan siapa yang besar siapa yang kecil. Sebab, gugatannya terlihat sangat lemah. Terus terang, tidak ada kewajiban saya yang belum terselesaikan. Saya berharap gugatan ini bisa selesai dengan pencabutan sederhana,” ujar Dimaz. “Tapi, kalau memang gugatan ini mau dilanjutkan terus, saya hanya berpikir positifnya saja. Walau merasa didzolimi, saya berdoa semoga kasus saya bisa menjadi contoh untuk rekan-rekan saya seperjuangan para pemain basket. Semoga di kemudian hari atlet Indonesia lebih terlindungi,” tambahnya.

Dimaz mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berupaya mencarikan jalur mediasi. “Untuk teman-teman media, pemilik podcast, Perbasi, dan terutama teman-teman atlet basket di gerakan Satu Bola Satu Suara, saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman. Saya merasakan betapa basket Indonesia ini suportif. Jangan sampai hal-hal seperti ini melukai kekompakan kita. Kita harus tetap bersatu karena sebentar lagi Indonesia akan jadi tuan rumah piala dunia basket,” ujarnya.

Meski berbagai pihak mencoba mencarikan jalan untuk mediasi, kuasa hukum Dimaz menyayangkan sikap CLS Knights yang menyebut bahwa mereka hanya bersedia untuk mediasi bila Dimaz memberikan proposal penyelesaian.

“Narasi tersebut kemudian dilengkapi dengan analogi seorang pengendara yang menabrak, kemudian mengajukan pembayaran semampunya bagi orang yang ditabrak. Ini adalah analogi yang tidak tepat karena dari awal Klien kami tidak menabrak siapa-siapa. Tidak ada pihak yang mengalami kerugian materiil pada gugatan CLS Knights,” jelas Youngky.

“Dengan kondisi bahwa Dimaz tidak bersalah, maka akan sangat aneh bila dia harus membayar berapa pun nilainya. Jadi, kami sekarang menunggu agar CLS Knights terbuka pintu hatinya untuk mencabut gugatan tanpa syarat. Sangat sederhana,” tambahnya.

Secara terpisah, Mario Gerungan, yang merupakan salah satu penggagas gerakan Satu Bola Satu Suara menyebutkan bahwa kasus CLS Knights-Dimaz Muharri ini seperti gunung es atas sejumlah perlakuan tidak adil klub pada pemain. “Ada sejumlah teman kami yang sebelumya mendapat perlakuan tidak adil lain, misalnya tidak dibayar atau diskors tanpa alasan kuat. Hasil dari gugatan CLS-Dimaz ini akan memberikan catatan penting untuk basket Indonesia. Bagaimana perlindungan atlet di negeri ini.”

Gerungan juga berharap Perbasi bisa mengambil peran aktif di kasus ini, “Semoga hasil yang nanti keluar dari kasus ini bisa menjadi preseden yang baik untuk pengembangan basket di Indonesia, bukan sebaliknya,” tambah Gerungan. Satu Bola Satu Suara adalah gerakan yang salah satu tujuannya untuk mengadvokasi pentingnya perlindungan terhadap atlet basket Indonesia, beranggotakan pemain dan legenda basket tanah air.

Proses hukum gugatan CLS Knights kepada Dimaz Muharri berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya dan sudah sampai di tahap jawab-menjawab. Persidangan berikutnya dijadwalkan pada 21 Juli 2021 apabila tidak terdapat perubahan akibat kebijakan PPKM. (tim)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...