Senin, 02 Agustus 2021 23:50

Soal Dugaan Proyek Fiktif di Kominfo, Kejari Kabupaten Kediri Resmi Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 21 Juli 2021 16:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Soal Dugaan Proyek Fiktif di Kominfo, Kejari Kabupaten Kediri Resmi Tetapkan Satu Tersangka
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Sri Kuncoro, S.H., M.H. (tengah), saat menggelar jumpa pers di Media Center Kantor Kejari Kabupaten Kediri, didampingi Kasi Intel Roni, S.H. (kanan), Rabu (21/7/2021). (foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dugaan proyek fiktif di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri akhirnya menetapkan satu tersangka berinisial S, seorang staf Dinas Kominfo Kabupaten Kediri yang kini sudah purnatugas.

Kepala Kejaksaan Kabupaten Kediri Sri Kuncoro, S.H., M.H., mengatakan bahwa tim penyidik untuk sementara menemukan kerugian negara sekitar Rp 853 juta. Kerugian itu muncul akibat proyek yang mestinya berjalan ternyata tidak ada wujudnya alias fiktif.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui bahwa proyek itu memang tidak pernah ada tapi anggaran tetap dikeluarkan," kata Sri Kuncoro, saat menggelar jumpa pers di Media Center Kantor Kejari Kabupaten Kediri, didampingi Kasi Intel Roni, S.H., Rabu (21/7/2021).

Menurut Sri Kuncoro, proyek diduga fiktif itu dikemas dengan dalih pelayanan informasi publik tahun 2019.

BACA JUGA : 

Wali Kota Kediri Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka Secara Virtual

Bantu Warga Terdampak, Polres Kediri Kota Bagikan Paket Sembako untuk UMKM di Kelurahan Manisrenggo

Masuk Nominasi Best Visual Art, Mas Abu Harap Tahoe Games Studio Menang di Baparekraf Gameprime 2021

Kurangi Beban Masyarakat, Pemkab Kediri Mulai Distribusikan Bantuan Beras PPKM

"Kami sudah menetapkan satu tersangka berinisial S, dalam kasus proyek fiktif tahun 2019 di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri. Namun, saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Lanjut Sri Kuncoro, kasus ini terjadi pada tahun 2019, lalu dilaporkan ke Kejari Kabupaten Kediri pada tahun 2020 dan sempat ditangani seksi pidana umum (pidum). Kemudian pada bulan Juli 2021, kasus ini baru menemui perkembangan dan mulai ditangani seksi pidana khusus (pidsus).

"Tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Junto Pasal 18 Ayat 55 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun," tutup Sri Kuncoro. (uji/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...