Kemenag Sumenep Relakan Madrasah An-Nuqayah Pindah Naungan

Dalam surat keberatan dengan Nomor surat 31/P3A/IV/1436 tertanggal 14 Februari 2015, yang ditanda tangani Ketua Biro Madaris, K. Moh. Naqib Hasan, dan K.M. Ainul Yaqin, Madrasah An-Nuqayah diperintahkan untuk tetap berkonsentrasi dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), dan melakukan pembenahan administrasi madrasah.

Namun surat keberatan tersebut tidak di indahkan, sehingga Kepala MTs I An-Nuqayah, yakni K. Farid Hasan, selalu ditagih uang sumbangan Aksioma Rp 10.000 persiswa MTs, dan Rp 16.000 persiswa MA oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Sehingga pihaknya merasa risih dan berniat memisahkan diri Kemenag.

Tragisnya, pihak menanggapi serius pernyataan Kepala MTs I An-Nuqayah. Padahal Kemenag belum pernah berkordinasi, dan tidak pernah memberikan masukan terkait masalah yang sedang dihadapi Madrasah An-nuqayah, tiba-tiba saja pihak kemenag mau mencabut piagam milik Madrasah An-nuqayah.

Akibatnya persoalan tersebut semakin meruncing, dan semakin memanaskan suasana. Pengelola Madrasah dipesantren An-nuqayah marah dengan sikap tidak mendidik .

”Ini sangat tidak logis, kok tiba-tiba pihak kemenag mau main serobot piagam madrasah, padahal sebelumnya tidak pernah kordinasi dengan kami, ini benar-benar tidak beres,” sesal Kepala MTs I An-Nuqayah K.Farid Hasan.

Seharusnya, pihak kemenag tidak terburu-buru mau mencabut piagam milik madrasah, melainkan pihak kemenag harus tahu permasalahan yang sedang dihadapi lembaga dibawah sehingga mau memisahkan diri. Baru setelah diketahui akar masalahnya, kemenag mencarikan jalan keluar untuk pemecahannya, tapi jika memang tidak ditemukan jalan keluar, maka tidak masalah mencabut piagam milik madrasah.

”Kalau seperti ini kan tidak mendidik namanya, padahal masih banyak waktu dan kesempatan untuk menemukan solusi,” pungkasnya.

Sementara Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Hairuddin, belum bisa dimintai keterangan, pihaknya mengaku masih berada di Kabupaten Pamekasan.

”Saya masih ada di Pamekasan pak, jika ingin menanyakan masalah sumbangan Aksioma, serta jumlah MTs plus jumlah siswanya, kita ketemu besok saja,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya oleh wartawan Rabu (11/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO