Tafsir Al-Kahfi 69-70: Musa Vs Ismail 'Alaihima Al-Salam

Tafsir Al-Kahfi 69-70: Musa Vs Ismail foto: AbsoluteArts

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraan

Dia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.

70. Qaala fa-ini ittaba’tanii falaa tas-alnii ‘an syay-in hattaa uhditsa laka minhu dzikraan

Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”

TAFSIR AKTUAL

Dari sisi nama, Musa dalam bahasa ibrany sono bermaknakan pisau cukur, pisau kecil yang sangat tajam dan bisa memotong rambut yang halus sekalipun atau razor menurut lisan orang barat. Maka tidak heran, Firaun yang sekuat itu, didukung materi dan para ahli, kekuasaannya dicukur habis oleh Musa dan ditenggelamkan di laut merah atas izin Allah SWT.

Musa lahir dengan kondisi lingkungan yang sangat mencekam dan penuh waswas karena kekejaman Fir’aun, di mana ada bayi laki-laki yang lahir harus segera dibunuh. Musa sendiri, kala bayi, harus dilarung dalam Sungai Nil yang sangat berbahaya, karena buaya-buayanya yang terkenal ganas-ganas. Yuhanidz, Ibu Musa menurut saja kepda perintah Tuhan yang tidak masuk akal itu. Pasrah bongkokan.

Simak berita selengkapnya ...