Suasana di kantor PWNU Jawa Timur mulai sibuk menyongsong Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 1 hingga 5 Agustus 2015. Foto: jp
BangsaOnline - Dukungan terbuka terhadap KHA Hasyim Muzadi sebagai Rais Aam Syuriah PBNU terus mengalir. Rais Syuriah PCNU Tarakan Kalimatan Utara (Kaltara) KH Ahmad Suprapto bahkan bukan hanya mendukung tapi juga mengaku sebagai pendukung fanatik Kiai Hasyim Muzadi.
“Beliau ulama organisatoris, intelek dan punya jaringan luas, baik dalam level nasional maupun internasional,” kata Kiai Ahmad Suprapto kepada bangsaonline.com.
Selain itu, menurut dia, Kiai Hasyim Muzadi adalah kiai alim dan cerdas membaca situasi serta kondisi. “Sehingga mampu memberi solusi dan alternatif,” tegasnya.
Sementara untuk Ketua Umum Tanfidziah PBNU, Kiai Ahmad Suprapto menegaskan bahwa KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang pas untuk saat ini. Alasannya, di tengah kondisi PBNU yang semrawut seperti sekarang perlu figur pemimpin yang punya kemampuan manajerial dan leadership. Apalagi Gus Solah merupakan cucu pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.
Kiai Ahmad Suprapto juga mengemukakan alasan lain kenapa mendukung Kiai Hasyim Muzadi. “Beliau kader NU militan. Semua orang sudah tak meragukan ke-NU-annya.Beliau yang bisa menjaga dan membentengi Aswaja ditengah maraknya serbuan paham Syiah, Wahabi dan Islam Liberal,” katanya.
“Dan ini sudah terbukti. Dari figur yang muncul hanya beliau yang gigih tidak mentoleransi Syiah, Islam Liberal dan Wahabi. Kalau yang lain kan masih ada wacana macam-macam dengan berbagai alasan pemikiran dan sebagainya,” tambahnya sembari mengatakan bahwa Kiai Hasyim adalah sosok nasionalis agamis dan responsif terhadap setiap peristiwa yang terjadi pada NKRI terutama menyangkut kedaulatan negara dan agama.
Dukungan terbuka Rais Syuriah PCNU Tarakan ini semakin menambah daftar pendukung Kiai Hasyim Muzadi dan Gus Solah. Seperti diberitakan bangsaonline.com, dalam acara silaturahim KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah) dengan para Rais Syuriah, Ketua Tanfidziah PCNU dan para pengasuh pesantren se-eks karesidenan Besuki yang digelar di Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi, enam PCNU (Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Kencong) sepakat menolak Ahwa dan mendukung KH Hasyim Muzadi sebagai Rais Aam Syuriah dan Gus Solah sebagai Ketua Umum Tanfidziah PBNU.
Begitu juga PCNU Kabupaten Probolinggo, Surabaya, Malang, Tulungagung, Kota Kediri, Gresik, Sidoarjo, dan beberapa PCNU lain. Bahkan hampir semua PWNU dan PCNU luar Jawa sepakat mendukung Kiai Hasyim Muzadi dan Gus Solah sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sekaligus menolak Ahwa diberlakukan dalam Muktamar ke-33 ini. Rais Syuriah PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs KH Abdul Kadir Makarim secara terbuka mendukung Kiai Hasyim sebagai Rais Aam PBNU sekaligus menolak Ahwa. Ia juga minta agar semua kandidat tidak memakai uang seperi kasus Muktamar NU di Makassar. “Itu tak bermoral,” katanya.
Sementara Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Sonhaji AS kepada bangsaOnline.com mengaku masih akan rapat dengan pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan. Namun, tegas dia, secara pribadi dirinya sama dengan PCNU yang lain yaitu menolak Ahwa. “Ya arahnya nanti juga kesana,” katanya.
Bahkan Kiai Sonhaji inilah yang mendampingi Gus Solah ketika KH Nawawi Abdul Jalil, pengasuh Pesantren Sidogiri Pasuruan menandatangi surat dukungan kepada Gus Solah. Kiai Nawawi Abdul Jalil menulis surat sekaligus tanda tangan ditujukan kepada semua alumni Pesantren Sidogiri yang jadi pengurus PCNU dan PWNU di seluruh Indonesia agar mendukung dan memilih Gus Solah sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 1 hingga 5 Agusutus 2015 nanti.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




