Gedung SMA Negeri 3 Batu.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) menyeruak di SMA Negeri 3 Batu, setelah salah satu wali murid kelas X merasa keberatan dengan nominal sumbangan yang diminta sekolah guna menambah jumlah gedung.
Wali murid yang enggan diebutkan namanya itu menyampaikan pada BANGSAONLINE.com tentang forum rapat yang dipimpin oleh Kepala SMA Negeri 3 Batu Ritul Idha Djarwati, terkait penyampaian sumbangan dengan nominal Rp 2 juta per siswa.
BACA JUGA:
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
- Wisata Mikutopia Kota Batu Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Disebut Kejar Momen Libur Lebaran
"Penyampaiannya sih seikhlasnya, namun beliau mengharap setidaknya bisa mencapai angka 2 juta," kata dia.
Ditanya terkait rincian biaya proses pembangunan gedung, pihak wali murid mengaku belum diberikan edaran, baru sebatas penyampaian lisan. "Jujur saja dalam kondisi pandemi seperti ini, nominal itu berat untuk saya," jelas perempuan ini.
Menurutnya, dalam forum tersebut beberapa wali murid ada yang melancarkan protes atas penarikan sumbangan. Hal ini menyebabkan wacana sumbangan tersebut masih mengambang.
"Waktu forum sempat ada yang protes, namun setelah selesai forum ada beberapa wali murid lain yang mendatangi kantor untuk menyampaikan keberatannya," papar dia seraya mewanti-wanti agar namanya benar-benar dirahasiakan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




