Mini Map Pembangunan Berkelanjutan Petrokimia Gresik Diganjar Penghargaan ISDA

Mini Map Pembangunan Berkelanjutan Petrokimia Gresik Diganjar Penghargaan ISDA Kunjungan PI Group ke Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove di Mengaree.

Berbagai langkah yang ditempuh untuk menjalankan program PRPM Mengare antara lain, pertama, membangun pengetahuan masyarakat sekitar melalui rehabilitasi mangrove. Upaya ini dijalankan dengan memberikan pelatihan dan benchmarking ke daerah yang memiliki kondisi lingkungan hampir sama. Melalui benchmarking ini diharapkan masyarakat mendapatkan pandangan baru bagaimana memaksimalkan potensi untuk dijadikan daya tarik dan upaya mengoptimalkan manfaat .

Kedua, melaksanakan ecological mangrove restoration, melalui pembibitan dan rehabilitasi mangrove, serta monitoring. Total ada empat hektare lahan mangrove yang kembali ditanami dengan memperhatikan jenis mangrove dan metode tanamnya.

Ketiga, mewadahi masyarakat setempat untuk melakukan budi daya kerang dan tiram di sekitar lokasi. Selain untuk menjaga ekosistem biota laut, hasil budi daya bisa dimanfaatkan untuk produk olahan masyarakat setempat.

Keempat, memberikan pelatihan packaging produk olahan hasil laut. Saat ini sudah banyak UMKM di Desa Tanjung Widoro, Mengare yang mengolah hasil laut, antara lain kerupuk siput, kerupuk ikan payus, kerupuk ikan laut, otak-otak bandeng baik original, kukus, maupun goreng, bonggolan ikan payus, terasi udang, dan masin ikan. Namun masih terkendala masalah pemasaran, terutama dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Oleh karena itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan penjualan produk UMKM.

Kelima, perbaikan jembatan dan penambahan infografis di dalam kawasan eduwisata, sehingga menambah kemudahan akses bagi wisatawan. juga melengkapi kawasan tersebut dengan barbagai fasilitas, seperti toilet dan fasilitas umum lainnya.

"Kita tidak hanya memberi ikan, tapi juga kailnya. Sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan," kata Dwi Satriyo.

Selain di Mengare, juga berkontribusi terhadap pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Kecamatan Ujungpangkah hingga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia kategori “Private Sector/Perusahaan”.

Selanjutnya, pengembangan ekowisata mangrove juga dijalankan di Kali Lamong, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang kini sudah menjadi destinasi wisata baru di Gresik.

"Tidak menutup kemungkinan keberhasilan program tersebut akan terus diadopsi di tempat lain, sehingga cakupan manfaatnya lebih luas lagi," bebernya.

Dwi Satriyo menambahkan, bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah memberikan dampak yang luas bagi perusahaan. Hal ini menjadi satu instrumen pendukung untuk mengantarkan sebagai market leader dan dominant player di sektor agroindustri Indonesia.

"Selain itu, juga mendukung target pencapaian Proper Emas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di tahun 2021," pungkasnya. (hud/mar)