"Kira-kira apa yang akan kita persiapkan, upaya dan strategi inilah yang dituangkan dalam suatu program, di mana di dalamnya ada persiapan secara fisik seperti normalisasi sungai, maupun secara mental. Seperti peningkatan SDM dalam menghadapi bencana," ujarnya, Senin (25/10).
Gus Yani pun mengajak 53 perusahaan dan 25 pengembang di wilayah tersebut untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan CSR-nya.
"Kenapa kita tidak mengubah pola dari yang sebelumnya memberi bantuan sembako, berubah menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana banjir ini," tuturnya.
Menurut Gus Yani, selama ini pemda juga tidak tinggal diam. Pemkab Gresik melalui dinas pekerjaan umum berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) sudah melakukan berbagai langkah.










