Menurut dia, pelajaran ini akan diserap dan kebetulan di tingkat pusat saat ini sedang disusun berbagai peraturan turunan Undang-Undang Sumber Daya Air. Abdul berharap bisa merumuskan terobosan-terobosan kebijakan soal pengelolaan kawasan konservasi sumber daya air, kemudian perlindungan mata air, dan lain-lain.
"Terutama yang berbasis hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, komunitas, relawan, dengan pendekatan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media, bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan. Kami datang ingin belajar kepada Aliansi Relawan Peduli Lingkungan (ARPL) Kediri," paparnya.
Sementara itu, Koordinator Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri, Ari Purnomo Adi, sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Bappenas. Menurut dia, Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri bertekad mewujudkan area penyangga (buffer zone) kawasan inti cagar alam Kediri dengan mengutamakan ragam vegetasi yang tumbuh dan berkembang biak memiliki keragaman jenis.
"Kami ingin menjadikan Pusat Ficus Nasional di buffer zone cagar alam Manggis dan cagar alam Besowo sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi, dan budidaya Ficus secara berkelanjutan," kata Ari.










